Hadis tentang Kepemimpinan Perempuan
Hadis
عَنْ أَبِى بَكْرَةَ قَالَ لَقَدْ نَفَعَنِى اللَّهُ بِكَلِمَةٍ أَيَّامَ الْجَمَلِ لَمَّا بَلَغَ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم أَنَّ فَارِسًا مَلَّكُوا ابْنَةَ كِسْرَى قَالَ لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا أَمْرَهُمُ امْرَأَةً. (رواه البخاري: ٧٠٩٩)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Bakrah, ia berkata: sesungguhnya Allah SWT telah memberiku manfaat dengan sebuah kalimat pada hari (perang) Jamal. Ketika sampai kepada Nabi SAW bahwa bangsa Persia telah mengangkat putri Kisra sebagai pemimpin mereka, ia bersabda: tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang perempuan. (HR al-Bukhari: 7099)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan kapasitas dan kesiapan dalam kepemimpinan, serta menjadi bahan diskusi di kalangan ulama tentang syarat-syarat pemimpin dalam Islam. Sebagian ulama memahami hadis ini dalam konteks tertentu, yaitu kondisi sosial-politik saat itu, sementara yang lain memahaminya sebagai prinsip umum. Secara umum, hadis ini menekankan bahwa kepemimpinan harus dipegang oleh pihak yang paling mampu menjalankan tanggung jawab besar tersebut, sehingga keberhasilan suatu masyarakat sangat bergantung pada kualitas kepemimpinannya.
Referensi
- Muhammad bin Isma'il bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami' al-Musnad al-Shahih al-Mukhtashar min Umur Rasulullah SAW wa Sunanih wa Ayyamih, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 23, h. 300

Komentar 0