Hadis tentang Pemimpin sebagai Suri Teladan
Hadis
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأَشْجَعِىِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لاَ يَقُصُّ إِلاَّ أَمِيرٌ أَوْ مَأْمُورٌ أَوْ مُخْتَالٌ. (رواه ابي داود: ٣٦٦٧)[١]
Terjemahan
Hadis dari ‘Auf bin Malik al-Asyja‘i, ia berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: tidaklah seseorang bercerita (memberi nasihat/kisah kepada orang banyak) kecuali seorang pemimpin, atau orang yang diperintahkan (oleh pemimpin), atau orang yang sombong. (HR Abu Dawud: 3667)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menekankan bahwa aktivitas berceramah atau menyampaikan kisah kepada masyarakat seharusnya dilakukan oleh orang yang memiliki otoritas, amanah, atau penugasan yang jelas, bukan sembarang orang, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kesesatan atau kesombongan. Hal ini juga menjadi peringatan agar seseorang tidak berbicara di hadapan umum hanya untuk mencari popularitas atau menunjukkan diri, melainkan harus didasari ilmu, tanggung jawab, dan niat yang benar.
Referensi
- Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy'ats al-Sijistani, Sunan Abu Dawud, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 11, h. 70

Komentar 0