Hadis tentang Doa untuk Pemimpin
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِى اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ الطُّفَيْلُ بْنُ عَمْرٍو إِلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ دَوْسًا قَدْ هَلَكَتْ عَصَتْ وَأَبَتْ فَادْعُ اللَّهَ عَلَيْهِمْ فَقَالَ اللَّهُمَّ اهْدِ دَوْسًا وَأْتِ بِهِمْ. (رواه البخاري: ٤٣٩٢)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah, ia berkata: Ath-Thufail bin ‘Amr datang kepada Nabi SAW lalu berkata: sesungguhnya kabilah Daus telah binasa, mereka durhaka dan menolak (dakwah), maka doakanlah keburukan atas mereka. Maka ia bersabda: ya Allah, berilah petunjuk kepada kabilah Daus dan datangkanlah mereka (kepada kebenaran). (HR al-Bukhari: 4392)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengajarkan bahwa seorang pemimpin hendaknya mengedepankan kasih sayang, kesabaran, dan harapan akan hidayah bagi orang yang dipimpinnya. Ketika diminta untuk mendoakan kebinasaan kaum Daus karena membangkang, Nabi Muhammad SAW justru berdoa agar Allah SWT memberikan mereka petunjuk dan membawa mereka kepada Islam. Sikap ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang ideal tidak mudah terpancing oleh kemarahan, melainkan mengutamakan pembinaan, perbaikan, dan mendoakan kebaikan bagi masyarakat. Seorang pemimpin dituntut untuk bersikap bijaksana, sabar menghadapi penolakan, serta selalu berusaha mengarahkan orang yang dipimpinnya menuju jalan yang benar.
Referensi
- Muhammad bin Isma'il bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami' al-Musnad al-Shahih al-Mukhtashar min Umur Rasulullah SAW wa Sunanih wa Ayyamih, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 14, h. 325

Komentar 0