Hadis tentang Pentingnya Loyalitas kepada Pemimpin
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ بَايَعَ إِمَامًا فَأَعْطَاهُ صَفْقَةَ يَدِهِ وَثَمَرَةَ قَلْبِهِ فَلْيُطِعْهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنْ جَاءَ آخَرُ يُنَازِعُهُ فَاضْرِبُوا رَقَبَةَ الآخَرِ. (رواه ابي داود: ٤٢٥٠)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abdullah bin Amru bahwa Nabi SAW bersabda: siapa yang membaiat seorang imam, ia jabat tangannya dan menyerahkan keikhlasan hatinya, maka hendaklah ia berikan hak ketaatan padanya semampu mungkin. Jika ada pihak lain yang ingin mengambil kekuasaannya hendaklah ia penggal lehernya. (HR Abu Dawud: 4250)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan pentingnya menjaga persatuan dan stabilitas umat Islam melalui ketaatan kepada pemimpin yang telah sah diba'iat. Seorang muslim diperintahkan untuk menaati pemimpin selama tidak bertentangan dengan syariat Allah SWT serta menghindari tindakan yang dapat memecah belah persatuan. Larangan mendukung pihak yang berusaha merebut kepemimpinan menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan ketertiban daan mencegah terjadinya konflik yang dapat menimbulkan kekacauan di tengah masyarakat. Namun, ketaatan kepada pemimpin tetap dibatasi oleh ketaatan kepada Allah SWT, sehingga tidak berlaku apabila pemimpin memerintahkan kemaksiatan.
Referensi
- Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy'ats al-Sijistani, Sunan Abu Dawud, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 12, h. 360

Komentar 0