Hadis tentang Balasan Pemimpin yang Curang
Hadis
عَنِ الْحَسَنِ قَالَ عَادَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ زِيَادٍ مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ الْمُزَنِىَّ فِى مَرَضِهِ الَّذِى مَاتَ فِيهِ قَالَ مَعْقِلٌ إِنِّى مُحَدِّثُكَ حَدِيثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ عَلِمْتُ أَنَّ لِى حَيَاةً مَا حَدَّثْتُكَ إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ. (رواه مسلم: ٣٨٠)[١]
Terjemahan
Hadis dari al-Hasan, ia berkata: Ubaidullah bin Ziyad menjenguk Ma‘qil bin Yasar al-Muzani ketika sakit yang menyebabkan wafatnya. Maka Ma‘qil berkata: sesungguhnya aku akan menyampaikan kepadamu sebuah hadis yang aku dengar dari Rasulullah SAW. Seandainya aku mengetahui bahwa aku masih akan hidup lama, niscaya aku tidak akan menyampaikannya kepadamu. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: tidaklah seorang hamba yang diberi amanah oleh Allah SWT untuk memimpin rakyat, lalu ia meninggal pada hari ia meninggal dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah SWT mengharamkan baginya surga. (HR Muslim: 380)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang beratnya tanggung jawab seorang pemimpin yang diberi amanah oleh Allah SWT, yaitu harus bersikap jujur, adil, dan tidak mengkhianati rakyat yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang berbuat curang, menipu, atau menyalahgunakan kekuasaan hingga merugikan rakyatnya akan mendapatkan ancaman yang sangat keras, yaitu terhalang dari surga. Oleh karena itu, kepemimpinan bukan sekadar kedudukan, tetapi amanah besar yang menuntut integritas, kejujuran, dan tanggung jawab penuh di hadapan Allah SWT.
Referensi
- Al-Imam Abu Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, al-Jami' al-Musnad al-Shahih al-Mukhtashar min as-Sunan bi Naql al-'Adl an Rasulullah, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 1, h. 87

Komentar 0