Hadis tentang Menolak Pemimpin Liberal
Hadis
عَنْ أَبِى سَلاَّمٍ قَالَ قَالَ حُذَيْفَةُ بْنُ الْيَمَانِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا بِشَرٍّ فَجَاءَ اللَّهُ بِخَيْرٍ فَنَحْنُ فِيهِ فَهَلْ مِنْ وَرَاءِ هَذَا الْخَيْرِ شَرٌّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ هَلْ وَرَاءَ ذَلِكَ الشَّرِّ خَيْرٌ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ فَهَلْ وَرَاءَ ذَلِكَ الْخَيْرِ شَرٌّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ كَيْفَ قَالَ يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ. (رواه مسلم:٤٨٩١)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Sallam, ia berkata: Hudzaifah bin al-Yaman berkata: aku berkata: wahai Rasulullah SAW, dahulu kami berada dalam keburukan, lalu Allah SWT mendatangkan kebaikan dan sekarang kami berada di dalamnya. Apakah setelah kebaikan ini akan ada keburukan? Ia menjawab: ya. Aku berkata: apakah setelah keburukan itu akan ada kebaikan? ia menjawab: ya. Aku berkata: apakah setelah kebaikan itu akan ada keburukan lagi? ia menjawab: ya. Aku berkata: bagaimana itu? ia bersabda: akan ada setelahku para pemimpin yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak menjalankan sunnahku. Akan muncul di tengah mereka orang-orang yang hati mereka seperti hati setan dalam jasad manusia. aku berkata: apa yang harus aku lakukan jika aku mendapati masa itu, wahai Rasulullah SAW? Ia bersabda: engkau tetap mendengar dan taat kepada pemimpin, meskipun punggungmu dipukul dan hartamu diambil, maka dengarlah dan taatilah. (HR Muslim: 4891)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa dalam perjalanan umat akan terjadi pergantian antara masa kebaikan dan keburukan, termasuk munculnya pemimpin yang menyimpang dari ajaran Nabi SAW. Dalam kondisi tersebut, umat diperintahkan untuk tetap menjaga ketaatan kepada pemimpin demi menjaga ketertiban, meskipun menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan, selama tidak diperintahkan kepada kemaksiatan. Hadis ini juga mengingatkan agar umat tetap berpegang pada prinsip kebenaran dan bersabar dalam menghadapi ujian kepemimpinan yang tidak ideal.
Referensi
- Al-Imam Abu Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, al-Jami' al-Musnad al-Shahih al-Mukhtashar min as-Sunan bi Naql al-'Adl an Rasulullah, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 6, h. 20

Komentar 0