Hadis tentang Kepedulian Pemimpin dalam Islam
Hadis
حَدَّثَنِى أَبُو الْحَسَنِ قَالَ قَالَ عَمْرُو بْنُ مُرَّةَ لِمُعَاوِيَةَ إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ إِمَامٍ يُغْلِقُ بَابَهُ دُونَ ذَوِى الْحَاجَةِ وَالْخَلَّةِ وَالْمَسْكَنَةِ إِلاَّ أَغْلَقَ اللَّهُ أَبْوَابَ السَّمَاءِ دُونَ خَلَّتِهِ وَحَاجَتِهِ وَمَسْكَنَتِهِ. (رواه الترمذي: ١٣٨٢)[١]
Terjemahan
Abu al-Hasan telah menceritakan kepadaku, ia berkata: Amr bin Murrah berkata kepada Mu‘awiyah: sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: tidaklah seorang pemimpin menutup pintunya dari orang-orang yang memiliki kebutuhan, kesulitan, dan kemiskinan, melainkan Allah SWT akan menutup pintu-pintu langit dari kebutuhannya, kesulitannya, dan kemiskinannya. (HR al-Tirmidzi: 1382)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menegaskan bahwa seorang pemimpin harus terbuka dan peduli terhadap rakyatnya, terutama mereka yang membutuhkan bantuan, karena menutup diri dari mereka merupakan bentuk pengabaian amanah. Pemimpin yang tidak memperhatikan kebutuhan rakyat akan mendapatkan balasan dari Allah SWT berupa terhalangnya pertolongan dan kemudahan dalam urusannya. Oleh karena itu, kepemimpinan dalam Islam menuntut sikap responsif, empati, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya kepada golongan yang lemah dan membutuhkan.
Referensi
- Abu Isa Muhammad bin Isa bin saurah al-Tirmidzi, Sunan al-Tirmidzi, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 5, h.309

Komentar 0