Hadis tentang Hemat Air dalam Thaharah
Hadis
حَدَّثَنِي ابْنُ جَبْرٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَغْسِلُ أَوْ كَانَ يَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ وَيَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ (رواه البخارى: ١٩٨)[1]
Terjemahan
Ibnu Jabr telah menceritakan kepadaku, ia berkata: aku mendengar Anas berkata: Nabi SAW mandi dengan satu sha’ hingga lima mud, dan ia berwudhu dengan satu mud. (HR al-Bukhari: 198)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menggunakan air dengan sangat hemat dalam bersuci, namun tetap sempurna dalam pelaksanaannya. Ini menjadi contoh bahwa kualitas ibadah tidak bergantung pada banyaknya sarana yang digunakan. Selain itu, hadis ini juga mengajarkan larangan berlebih-lebihan (israf). Sikap hemat ini sangat penting, terutama dalam menjaga kelestarian sumber daya air yang menjadi kebutuhan utama kehidupan.
Referensi
- Al-Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami' al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah Sallallahu 'Alaihi wa Sallam wa Sunanih wa Ayyamih, bab 46, no hadis 198 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), juz 1, h. 62.

Komentar 0