Hadis tentang Bersiwak Bagian dari Thaharah
Hadis
عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ (رواه البخارى: ٢٤٢)[1]
Terjemahan
Hadis dari Hudzaifah, ia berkata: ketika Nabi SAW apabila bangun pada malam hari, Nabi membersihkan mulutnya dengan siwak. (HR al-Bukhari: 242)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa bersiwak merupakan bagian dari thaharah, khususnya dalam menjaga kebersihan mulut sebagai salah satu aspek penting dalam bersuci. Kemudian, kebiasaan Nabi SAW dalam bersiwak saat bangun malam menggambarkan pentingnya mempersiapkan diri sebelum beribadah agar dalam keadaan bersih dan segar. Dengan demikian, hadis ini mengajarkan bahwa kebersihan merupakan bagian dari kehidupan seorang Muslim yang harus dijaga secara konsisten.
Referensi
- Al-Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami' al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah Sallallahu 'Alaihi wa Sallam wa Sunanih wa Ayyamih, bab 73, no hadis 242 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), juz 1, h. 70.

Komentar 0