40 HADIS THAHARAH

KTI

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis Thaharah, silahkan telusuri beragam hadis yang berkaitan dengan Thaharah dalam Islam

Foto Ahmad Rifai Harahap

Tentang Penulis

Ahmad Rifai Harahap

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS THAHARAH

Penyusun: Ahmad Rifai Harahap

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Thaharah sebagai Syarat Sah Shalat

Disusun oleh: Ahmad Rifai Harahap (@Rifai_harahap) · Bagian dari 40 HADIS THAHARAH

Hadis

عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ: دَخَلَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَلَى ابْنِ عَامِرٍ يَعُودُهُ وَهُوَ مَرِيضٌ، فَقَالَ: أَلَا تَدْعُو اللَّهَ لِي يَا ابْنَ عُمَرَ؟ قَالَ: إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ، وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ» وَكُنْتَ عَلَى الْبَصْرَةِ" (رواه مسلم: ٢٢٤)[1]

Terjemahan

Hadis dari Mus’ab bin Sa’d, ia berkata: Abdullah bin Umar masuk menjenguk Ibnu ‘Amir yang sedang sakit, maka Ibn ‘Amir berkata: tidakkah engkau berdoa kepada Allah untukku, wahai Ibnu ‘Umar? ia menjawab: sesungguhnya aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: tidak diterima shalat tanpa bersuci (thaharah), dan tidak pula sedekah dari harta ghulul (hasil pengkhianatan), dan engkau dahulu berada di Bashrah.” (HR Muslim: 224)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa thaharah merupakan syarat sah dalam ibadah shalat, sehingga tanpa bersuci, shalat tidak akan diterima oleh Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan kesiapan lahiriah sebelum menghadap Allah SWT dalam ibadah. Bersuci bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bentuk penghormatan dan persiapan spiritual seorang hamba. Hadis ini juga menyinggung pentingnya kehalalan dalam harta, khususnya dalam konteks sedekah. Amal yang secara lahir tampak baik tidak akan bernilai di sisi Allah SWT apabila berasal dari sumber yang haram, ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan integritas dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam ibadah maupun muamalah.

Referensi

  1. Al-Imam Abu al-Husain bin al-Hajjaj al-Qusyairi an- Naisaburi, al-Jami’ al-Musnad as-Sahih al-Mukhtasar min as-Sunani bi Naql al-‘Adl ‘an al-‘Adl’an Rasulillah, (Dar al-Fikr, 2006), juz 1, bab 2, no hadis 224, h. 119.

Komentar 0