Hadis tentang Keistimewaan Thaharah Bumi sebagai Alat Bersuci
Hadis
أَخْبَرَنَا جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ، وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا، فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ فَلْيُصَلِّ، وَأُحِلَّتْ لِيَ الْمَغَانِمُ وَلَمْ تُحَلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي، وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ، وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً، وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً (رواه البخارى: ٣٢٨)[1]
Terjemahan
Jabir bin Abdullah telah mengabarkan kepada kami, bahwa Nabi SAW bersabda: aku diberi lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun sebelumku: aku ditolong dengan rasa takut sejauh perjalanan satu bulan, dijadikan bagiku bumi sebagai masjid dan alat bersuci, maka siapa saja dari umatku yang mendapati waktu shalat hendaklah ia shalat, dihalalkan bagiku harta rampasan perang, aku diberi syafaat, dan para nabi diutus kepada kaumnya saja sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia. (HR al-Bukhari: 328)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan keistimewaan Nabi Muhammad SAW dan umatnya, salah satunya adalah dijadikannya bumi sebagai alat bersuci. Hal ini menunjukkan bahwa konsep thaharah dalam Islam bersifat luas dan tidak terbatas hanya pada air, tetapi juga mencakup tanah sebagai sarana bersuci (tayamum). Selain itu, hadis ini menegaskan kemudahan dalam syariat Islam. Ketika tidak tersedia air, seorang Muslim tetap dapat melaksanakan ibadah dengan tayamum, sehingga tidak ada alasan untuk meninggalkan shalat. Ini menunjukkan fleksibilitas ajaran Islam dalam menjaga kesucian.
Referensi
- Al-Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami' al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah Sallallahu 'Alaihi wa Sallam wa Sunanih wa Ayyamih, bab 7, no hadis 328 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), juz 1, h. 92-93.

Komentar 0