40 HADIS THAHARAH

KTI

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis Thaharah, silahkan telusuri beragam hadis yang berkaitan dengan Thaharah dalam Islam

Foto Ahmad Rifai Harahap

Tentang Penulis

Ahmad Rifai Harahap

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS THAHARAH

Penyusun: Ahmad Rifai Harahap

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Bersiwak sebelum Shalat

Disusun oleh: Ahmad Rifai Harahap (@Rifai_harahap) · Bagian dari 40 HADIS THAHARAH

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:( لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي - أَوْ عَلَى النَّاسِ - لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ )(رواه البخارى: ٨٤٧)[1]

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW  bersabda: seandainya aku tidak khawatir memberatkan umatku, atau manusia, niscaya aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak melaksanakan shalat. (HR al-Bukhari: 847)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan anjuran Rasulullah SAW untuk bersiwak sebelum melaksanakan shalat. Siwak merupakan salah satu bentuk menjaga kebersihan yang sangat dianjurkan dalam Islam, khususnya kebersihan mulut. Dengan mulut yang bersih, seorang Muslim dapat melaksanakan ibadah dengan lebih baik dan menunjukkan penghormatan kepada Allah SWT ketika berdiri menghadap-Nya dalam shalat. Hadis ini menunjukkan kasih sayang dan kelembutan Rasulullah SAW terhadap umatnya. Meskipun bersiwak memiliki banyak keutamaan, Nabi SAW tidak mewajibkannya karena khawatir akan menimbulkan kesulitan bagi umat Islam. Hal ini menunjukkan bahwa syariat Islam dibangun atas prinsip kemudahan serta mendorong umatnya untuk senantiasa menjaga kebersihan dan kesucian sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah.

Referensi

  1. Al-Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari, al-Jami' al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah Sallallahu 'Alaihi wa Sallam wa Sunanih wa Ayyamih, bab 7, no hadis 847 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), juz 1, h. 215.

Komentar 0