40 HADIS WUDHU

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Melalui aplikasi ini, Anda dapat membaca kumpulan hadis tentang wudhu beserta teks Arab, terjemahan, dan penjelasannya sehingga lebih mudah memahami tata cara Bewudhu sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Semoga aplikasi ini menjadi sarana untuk menambah ilmu, memperbaiki ibadah, dan meningkatkan kualitas wudhu dalam kehidupan sehari-hari.Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita dalam mengamalkan ilmu yang dipelajari dan menjadikan setiap langkah menuju kebaikan.

Foto AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

AHMAD HUSEIN hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS WUDHU

Penyusun: AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tenteng Mendahulukan yang Kanan ketika Berwudhu

Disusun oleh: AHMAD HUSEIN hsb (@ahmadhusein) · Bagian dari 40 HADIS WUDHU

Hadis

عَنْ أَشْعَثَ بْنِ سُلَيْمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ مَا اسْتَطَاعَ فِي تَرَجُّلِهِ وَوُضُوئِهِ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ١٦٦)[١]

Terjemahan

Hadis dari Asy‘ats bin Sulaim, dari ayahnya, dari Masruq, dari Aisyah binti Abu Bakar RA , dari Nabi SAW bahwa ia menyukai memulai dengan sisi kanan (tangan/kaki kanan) dalam semampunya, baik ketika menyisir rambut maupun ketika berwudhu.(HR. al-Bukhari No: 166)

Isi Kandungan Hadis

Hadis yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin Aisyah SAW. ini mengandung prinsip At-Tayamun, yaitu keutamaan mengutamakan bagian kanan dalam berbagai aktivitas kebaikan dan bersuci. Secara hukum dan adab, hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki kecenderungan serta kegemaran untuk memulai segala sesuatu yang bersifat mulia atau bertujuan untuk kebersihan dengan sisi kanan terlebih dahulu, seperti saat memakai sandal, menyisir rambut, hingga berwudhu. Praktik ini bukan sekadar kebiasaan fisik, melainkan bentuk optimisme (tafa'ul) dan penghormatan terhadap sisi kanan yang dalam tradisi Islam identik dengan kebaikan dan kemuliaan. Namun, Nabi SAW juga memberikan batasan dengan kalimat "semampunya", yang menunjukkan bahwa prinsip ini bersifat anjuran (sunah) yang luwes dan tidak memberatkan jika dalam kondisi tertentu seseorang sulit untuk melakukannya.

Referensi

1. Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari , Kitab al-Wudhu, Bab al-Tayammun fi al-Wudhu wa al-Ghasl, No. Hadis 166.

Komentar 0