Hadis tentang Orang yang Berwudhu akan Datang dengan Wajah bersinar
Hadis
عَنْ نُعَيْمٍ الْمُجْمِرِ، قَال رَقِيتُ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ عَلَى ظَهْرِ الْمَسْجِدِ، فَتَوَضَّأَ، فَقَالَ ّ إِنِّي ِسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّ أُمَّتِي يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَل(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ :٢٤٦)[١]
Terjemahan
Hadis dari Nu’aim Al-Mujmir, ia berkata: aku naik bersama Abu Hurairah ke atas masjid, lalu ia berwudhu dan berkata: sesungguhnya aku mendengar Nabi bersabda: sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan wajah dan anggota tubuhnya bercahaya (putih bersinar) karena bekas wudhu. Maka barang siapa di antara kalian mampu memperpanjang cahayanya, hendaklah ia melakukannya.(HR. al-Bukhari No: 246)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang keistimewaan luar biasa yang diberikan Allah SWT secara khusus kepada umat Nabi Muhammad SAW sebagai tanda pengenal mereka di hari berhenti kelak. Intisari utama dari hadis ini adalah keberadaan cahaya putih yang bersinar terang ( al-ghurru wa al-muhajjalun ) pada wajah, tangan, dan kaki orang-orang beriman sebagai dampak nyata dari bekas basuhan air wudhu yang dilakukan selama di dunia. Cahaya ini berfungsi sebagai identitas kemuliaan yang memudahkan Rasulullah SAW mengenali umatnya di antara miliaran manusia dari berbagai zaman di padang mahsyar.
Referensi
1. Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari , Kitab al-Wudhu, Bab Fadhli al-Wudhu al-Ghurr al-Muhajjalin min Atsar al-Wudhu, No.246.

Komentar 0