Hadis tentang Membasuh Melebihi Batas (Ghurran) Saat Berwudhu
Hadis
( رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ:٢٤٦)[١]
Terjemahan
Hadis dari Khalid, dari Sa‘id bin Abi Hilal, dari Nu‘aim al-Mujmir, ia berkata: aku naik bersama Abu Hurairah ke atas atap masjid, lalu ia berwudhu. Kemudian Nabi SAW berkata: Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya wajah dan anggota wudhunya (ghurran muhajjalin) karena bekas wudhu. Maka siapa di antara kalian yang mampu memanjangkan cahaya (bekas wudhunya), hendaklah ia melakukannya.(HR.al- Bukhari No: 246)
Isi Kandungan Hadis
Hadis yang diriwayatkan melalui jalur Abu Hurairah RA. ini mengandung penjelasan mengenai keutamaan eskatologis (akhirat) bagi umat Islam yang menjaga kesuciannya melalui wudhu. Secara maknawi, hadis ini mengungkapkan bahwa wudhu bukan sekadar ritual pembersihan fisik di dunia, melainkan tanda pengenal khusus yang akan membedakan umat Nabi Muhammad SAW dari umat lainnya pada hari kiamat kelak. Istilah Ghurran Muhajjalin menggambarkan kondisi wajah, tangan, dan kaki yang memancarkan cahaya putih cemerlang akibat bekas basuhan air wudhu yang dilakukan secara sempurna semasa hidup. Hadis ini juga mengandung anjuran untuk melebihkan atau memanjangkan basuhan pada anggota wudhu melampaui batas wajibnya demi menambah kilau cahaya di akhirat nanti.

Komentar 0