40 HADIS WUDHU

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Melalui aplikasi ini, Anda dapat membaca kumpulan hadis tentang wudhu beserta teks Arab, terjemahan, dan penjelasannya sehingga lebih mudah memahami tata cara Bewudhu sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Semoga aplikasi ini menjadi sarana untuk menambah ilmu, memperbaiki ibadah, dan meningkatkan kualitas wudhu dalam kehidupan sehari-hari.Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita dalam mengamalkan ilmu yang dipelajari dan menjadikan setiap langkah menuju kebaikan.

Foto AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

AHMAD HUSEIN hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS WUDHU

Penyusun: AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Wudhu Dua Kali-Dua Kali basuan

Disusun oleh: AHMAD HUSEIN hsb (@ahmadhusein) · Bagian dari 40 HADIS WUDHU

Hadis

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ إِنَّمَا كَانَ الأَذَانُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ وَالإِقَامَةُ مَرَّةً مَرَّةً غَيْرَ أَنَّهُ يَقُولُ قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ فَإِذَا سَمِعْنَا الإِقَامَةَ تَوَضَّأْنَا ثُمَّ خَرَجْنَا إِلَى الصَّلاَةِ. قَالَ شُعْبَةُ وَلَمْ أَسْمَعْ مِنْ أَبِى جَعْفَرٍ غَيْرَ هَذَا الْحَدِيثِ. (رَوَاهُ اَبِي دَاوُدْ:١٨٥)[١]

Terjemahan

 Hadis dari Abdullah bin Umar, ia berkata: Sesungguhnya azan pada masa Rasulullah SAW dikumandangkan dua kali dua kali, sedangkan iqamah satu kali satu kali, kecuali pada ucapan: “Qad qāmatiṣ-ṣalāh, qad qāmatiṣ-ṣalāh” (salat telah ditegakkan, salat telah ditegakkan). Maka apabila kami mendengar iqamah, kami segera berwudhu lalu keluar menuju salat. Syu‘bah berkata: ‘Aku tidak pernah mendengar dari Abu Ja‘far selain hadis ini.(HR. Abi Dawud No: 185)

Isi Kandungan Hadis

Hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar ra ini memuat pedomanmengenai tata cara panggilan shalat serta kedisiplinan para sahabat dalam menjaga kesucian. Secara hukum dan tradisi ibadah, hadis ini menjelaskan perbedaan teknis antara azan dan iqamah pada masa Rasulullah SAW, di mana kalimat-kalimat dalam azan dikumandangkan secara genap ( dua kali dua kali ), sementara iqamah dikumandangkan secara ganjil ( satu kali satu kali ). Pengecualian diberikan pada kalimat “Qad qāmatiṣ-ṣalāh” yang tetap diucapkan dua kali sebagai penanda utama bahwa shalat segera dimulai. Selain itu, hadis ini menggambarkan respon cepat para sahabat yang segera menyempurnakan wudhu dan bersiap menuju masjid sambil mendengar iqamah, yang menunjukkan betapa tingginya semangat mereka dalam mengejar keutamaan shalat berjamaah tepat waktu.

Referensi

1. Abu Dawud, Sunan Abi Dawud , Kitab al-Shalah, Bab Kaifa al-Adzan, No.185.

Komentar 0