40 HADIS WUDHU

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Melalui aplikasi ini, Anda dapat membaca kumpulan hadis tentang wudhu beserta teks Arab, terjemahan, dan penjelasannya sehingga lebih mudah memahami tata cara Bewudhu sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Semoga aplikasi ini menjadi sarana untuk menambah ilmu, memperbaiki ibadah, dan meningkatkan kualitas wudhu dalam kehidupan sehari-hari.Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita dalam mengamalkan ilmu yang dipelajari dan menjadikan setiap langkah menuju kebaikan.

Foto AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

AHMAD HUSEIN hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS WUDHU

Penyusun: AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Mengeluarkan Air dari Hidung (Istintsar) sebelum berwudhu

Disusun oleh: AHMAD HUSEIN hsb (@ahmadhusein) · Bagian dari 40 HADIS WUDHU

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قَالَ إِذَا اسْتَجْمَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَجْمِرْ وِتْرًا، وَإِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَلْيَجْعَلْ فِي أَنْفِهِ مَاءً ثُمَّ لِيَنْتَثِرْ»:(رَوَاهُ مُسْلِمٌ: ٢٣٧)[١]

Terjemahan

 Hadis dari Abu Hurairah RA , bahwa Nabi SAW  bersabda: apabila salah seorang di antara kalian beristinja dengan batu, maka hendaklah ia menggunakan bilangan ganjil. dan apabila salah seorang di antara kalian berwudhu, maka hendaklah ia memasukkan air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya kembali.(HR. Muslim No: 237)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini memuat kaidah praktis mengenai tata cara bersuci yang menekankan pada aspek kebersihan dan ketetapan sunnah. Kandungan utamanya mencakup dua poin penting dalam thaharah, yaitu aturan beristinja (membersihkan diri setelah buang air) dan tata cara berwudhu. Rasulullah SAW memberikan tuntunan agar penggunaan batu saat pemberiannya dilakukan dalam jumlah bilangan ganjil, yang minimal terdiri dari tiga buah batu, guna memastikan kebersihan telah tercapai secara optimal sesuai dengan kesukaan Allah terhadap hal-hal yang ganjil. Hal ini menunjukkan bahwa dalam kondisi terbatas tanpa air pun, Islam tetap memberikan standar prosedur yang jelas untuk menjaga kesucian.

Referensi

1. Al-Naisaburi, Shahih Muslim , Kitab al-Thaharah, Bab al-Iftitar fi al-Istinja' wa al-Wudhu, No.237.

Komentar 0