40 HADIS WUDHU

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Melalui aplikasi ini, Anda dapat membaca kumpulan hadis tentang wudhu beserta teks Arab, terjemahan, dan penjelasannya sehingga lebih mudah memahami tata cara Bewudhu sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Semoga aplikasi ini menjadi sarana untuk menambah ilmu, memperbaiki ibadah, dan meningkatkan kualitas wudhu dalam kehidupan sehari-hari.Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita dalam mengamalkan ilmu yang dipelajari dan menjadikan setiap langkah menuju kebaikan.

Foto AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

AHMAD HUSEIN hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS WUDHU

Penyusun: AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Wudhu Syarat Sah Salat

Disusun oleh: AHMAD HUSEIN hsb (@ahmadhusein) · Bagian dari 40 HADIS WUDHU

Hadis

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَ ضَّأَ(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ :١٣٥)[١]

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah,dari Nabi SAW,  bersabda: Allah tidak menerima shalat salah seorang dari kalian apabila ia berhadas sampai ia berwudhu.” (HR. al-Bukhari No: 135)

Isi kandungan Hadis

Hadis ini menetapkan aturan fundamental dalam ibadah umat Islam mengenai keterkaitan erat antara keabsahan shalat dengan keadaan suci seseorang. Kandungan utamanya menegaskan bahwa thaharah atau bersuci merupakan syarat sah yang mutlak, sehingga Allah SWT tidak akan menerima shalat seseorang baik secara hukum maupun pahala apabila dilakukan dalam keadaan berhadas, baik hadas itu terjadi sebelum memulai shalat maupun muncul di tengah-tengah pelaksanaan shalat. Kata “tidak menerima” dalam hadis ini mempunyai arti bahwa shalat tersebut dianggap batal, tidak menggugurkan kewajiban, dan pelakunya wajib melakukan wudhu kembali untuk mengulangi shalatnya.

Referensi

1.Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari , Kitab al-Wudhu, Bab La Yaqbalullah Shalatan Bighairi Thahurin, No.135.

Komentar 0