40 HADIS WUDHU

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Melalui aplikasi ini, Anda dapat membaca kumpulan hadis tentang wudhu beserta teks Arab, terjemahan, dan penjelasannya sehingga lebih mudah memahami tata cara Bewudhu sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Semoga aplikasi ini menjadi sarana untuk menambah ilmu, memperbaiki ibadah, dan meningkatkan kualitas wudhu dalam kehidupan sehari-hari.Semoga Allah SWT memberikan kemudahan kepada kita dalam mengamalkan ilmu yang dipelajari dan menjadikan setiap langkah menuju kebaikan.

Foto AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

AHMAD HUSEIN hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS WUDHU

Penyusun: AHMAD HUSEIN hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tenteng Berkumur dan Istinsyaq (Menghirup Air) Sebelum berwudhu

Disusun oleh: AHMAD HUSEIN hsb (@ahmadhusein) · Bagian dari 40 HADIS WUDHU

Hadis 

بابٌ: قَوْلِ النَّبِيِّ ﷺ: «إِذَا تَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْشِقْ بِمَنْخِرِهِ الْمَاءَ»، وَلَمْ يُمَيِّزْبَيْنَ الصَّائِمِ وَغَيْرِهِ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٢٨)[١]

Terjemahan 

“Bab: Sabda Nabi saw, ‘Apabila seseorang berwudhu maka hendaklah ia memasukkan air ke hidungnya (beristinsyaq).’ Dan beliau tidak membedakan antara orang yang berpuasa dan selainnya.(HR. al-Bukhari No: 28)

Isi Kandungan Hais

Hadis ini menetapkan aturan mengenai salah satu bagian penting dalam berwudhu, yaitu perintah untuk melakukan istinsyaq atau menghirup udara ke dalam hidung. Kandungan utamanya menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bagian integral dari proses penyucian yang diperintahkan oleh Nabi SAW untuk menjamin kebersihan saluran hidung sebagai bagian dari kesempurnaan wudhu. Penekanan penting dalam hadis ini adalah sifat perintahnya yang berlaku umum, di mana Rasulullah SAW tidak membedakan kewajiban istinsyaq antara orang yang sedang berpuasa maupun yang tidak berpuasa. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah puasa bukanlah penghalang untuk menjalankan sunnah wudhu secara menyeluruh.

Referensi

1.Muhammad ibn Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari , jilid 1, tahqiq: Mustafa Dib al-Bugha (Beirut: Dar Ibn Katsir, 1993), h. 71, Kitab At-Thaharah, Bab 28.

Komentar 0