Hadis tentang Mencuci Tangan sebelum Berwudhu
Hadis
عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، أَنَّ عَطَاءَ بْنَ يَزِيدَ أَخْبَرَهُ، أَنَّ حُمْرَانَ مَوْلَى عُثْمَانَ أَخْبَرَهُ : أَنَّهُ رَأَى عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- دَعَا بِإِنَاءٍ، فَأَفْرَغَ عَلَى كَفَّيْهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ، فَغَسَلَهُمَا، ثُمَّ أَدْخَلَ يَمِينَهُ فِي الإِنَاءِ، فَمَضْمَضَ، وَاسْتَنْشَقَ، ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلاَثًا، وَيَدَيْهِ إِلَى الْمَرَافِقِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ، ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ إِلَى الْكَعْبَيْنِ، ثُمَّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لاَ يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ١٨٣٢)[١]
Terjemahan
Hadir dari Ibnu Syihab, bahwa ‘Atha bin Yazid mengabarkan kepadanya, bahwa Humran maula Utsman mengabarkan kepadanya: sesungguhnya ia melihat Utsman bin Affan meminta sebuah bejana berisi air. Lalu Nabi SAW menuangkan air ke kedua telapak tangannya tiga kali kemudian mencucinya. Setelah itu Nabi SAW memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana, lalu berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung serta mengeluarkannya. Kemudian Nabi SAW membasuh wajahnya tiga kali, dan kedua tangannya sampai siku tiga kali. Setelah itu Nabi SAW mengusap kepalanya, lalu membasuh kedua kakinya sampai kedua mata kaki tiga kali. Kemudian berkata: Rasulullah SAW bersabda:‘Barang siapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian ia salat dua rakaat dan tidak berkata-kata dalam hatinya (tidak memikirkan hal duniawi) pada keduanya, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.’”Hadis ini menjelaskan tata cara wudhu Nabi SAW secara sempurna serta keutamaan menjaga kekhusyukan dalam salat setelah berwudhu.(HR. al-Bukhari No: 1832)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini merupakan panduan komprehensif yang memerinci tata cara wudhu Nabi SAW secara visual dan praktis, sekaligus menetapkan standar kesempurnaan dalam beribadah. Kandungan utamanya menjelaskan urutan wudhu yang diawali dengan mencuci kedua telapak tangan, berkumur, menghirup serta mengeluarkan udara dari hidung ( istinsyaq dan istintsar ), hingga membasuh wajah, tangan sampai siku, mengusap kepala, serta membasuh kaki hingga mata kaki yang masing-masing dilakukan sebanyak tiga kali. Melalui peragaan Utsman bin Affan ini, umat mengajarkan bahwa ketelitian dalam mengikuti sunnah fisik nabi adalah kunci utama sebelum melangkah ke ibadah inti, yaitu shalat.
Referensi
1. Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari , Kitab al-Wudhu, Bab al-Wudhu Salatsan Salatsan, No. 1832.

Komentar 0