Hadis tenteng Ancaman bagi Tumit yang Kering ketika Berwudhu
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: تَخَلَّفَ عَنَّا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفْرَةٍ سَافَرْنَاهَا، فَأَدْرَكَنَا - وَقَدْ أَرْهَقَتْنَا الصَّلاَةُ - وَنَحْنُ نَتَوَضَّأُ، فَجَعَلْنَا نَمْسَحُ عَلَى أَرْجُلِنَا، فَنَادَى بِأَعْلَى صَوْتِهِ: «وَيْلٌ لِلأَعْقَابِ مِنَ النَّارِ»، مَرَّتَيْنِ، أَوْ ثَلاَثًا".(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ :١٦١)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Nabi saw pernah tertinggal dari kami dalam suatu perjalanan yang kami lakukan bersama Nabi SAW. Kemudian ia menyusul kami, sedangkan waktu salat hampir habis dan kami sedang berwudu. Saat itu kami hanya mengusap kaki-kaki kami (tidak membasuhnya dengan sempurna). Maka Nabi SAW berseru dengan suara keras:‘Celakalah tumit-tumit dari api neraka!’Beliau mengucapkannya dua atau tiga kali.”(HR. al-Bukhari No: 162)
Isi Kandungan Hadis
Hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr ra ini mengandung peringatan tegas mengenai pentingnya membasuh anggota wudu secara menyeluruh, terutama dalam situasi yang tergesa-gesa. Isi utamanya menyoroti kesalahan para sahabat yang saat itu hanya mengusap kaki secara ringan karena sempitnya waktu shalat, sehingga Rasulullah saw perlu menghafalkan praktik tersebut dengan seruan yang keras dan berulang-ulang. Tindakan Nabi saw ini menegaskan bahwa membasuh kaki hingga merata (termasuk tumit) adalah rukun wudu yang wajib dan tidak boleh diganti hanya dengan usapan tipis yang tidak merata. Ancaman "api neraka" dalam hadis ini menjadi peringatan keras bahwa ketidaksempurnaan dalam bersuci dapat mengakibatkan tidak sahnya ibadah shalat dan mendatangkan konsekuensi dosa di akhirat.
Referensi
1. Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari , Kitab al-Wudhu, Bab Ghasl al-Rijlain, No.Hadis 161.

Komentar 0