Hadis tentang Ganjaran bagi Orang yang Ber wudhu adalah Sorga
Hadis
عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، قَالَ:"كَانَتْ عَلَيْنَا رِعَايَةُ الْإِبِلِ، فَجَاءَتْ نَوْبَتِي، فَرَوْحْتُهَا بِعَشِيٍّ، فَأَدْرَكْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَائِمًا يُحَدِّثُ النَّاسَ، فَأَدْرَكْتُ مِنْ قَوْلِهِ: مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَتَوَضَّأُ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهُ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ، مُقْبِلٌ عَلَيْهِمَا بِقَلْبِهِ وَوَجْهِهِ، إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ، قَالَ: فَقُلْتُ: مَا أَجْوَدَ هَذِهِ! فَإِذَا قَائِلٌ بَيْنَ يَدَيَّ يَقُولُ: الَّتِي قَبْلَهَا أَجْوَدُ، فَنَظَرْتُ فَإِذَا عُمَرُ، قَالَ: إِنِّي قَدْ رَأَيْتُكَ جِئْتَ آنِفًا، قَالَ: مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ (أَوْ فَيُسْبِغُ) الْوُضُوءَ، ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ".(رَوَاهُ مُسْلِمٌ:١٣٤)[١]
Terjemahan
Hadis dari Jubair bin Nufair, dari 'Uqbah bin 'Amir, ia berkata: kami bertugas menggembala unta, lalu tibalah giliranku. Aku menggiringnya pulang pada waktu sore. Aku mendapati Rasulullah SAW sedang berdiri menyampaikan khutbah kepada orang banyak. Aku mendengar Nabi SAW bersabda: 'Tidaklah seorang muslim berwudhu dengan menyempurnakan wudhunya, kemudian berdiri shalat dua rakaat dengan menghadapkan hati dan wajahnya (khusyuk) dalam shalat tersebut, melainkan wajib baginya surga.'"Uqbah berkata: "Maka aku bergumam, 'Alangkah baiknya (hadits) ini!' Tiba-tiba ada seseorang di depanku berkata, 'Yang sebelumnya lebih baik.' Aku pun melihat, ternyata ia adalah Umar. Ia (Umar) berkata, 'Aku melihatmu baru saja datang. Nabi bersabda: 'Tidaklah salah seorang dari kalian berwudhu, lalu menyempurnakan wudhu, kemudian mengucapkan: Asyhadu an laa ilaaha illallah wa anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya), melainkan dibukakan baginya delapan pintu surga, ia masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki. (HR. Muslim No: 134)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengandung janji luar biasa mengenai kemurahan Allah SWT terhadap hamba-Nya yang mengawali ibadah dengan kesempurnaan. Intisari pertama adalah perintah untuk melakukan isbaghul wudhu atau menyempurnakan wudhu, yang berarti membasuh setiap anggota tubuh sesuai aturan syariat tanpa ada yang terlewatkan. Kesempurnaan fisik ini kemudian harus diikuti dengan kesempurnaan batin melalui dua jalur utama: melalui shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan dengan penuh kekhusyukan yakni menghadirkan hati dan wajah sepenuhnya kepada Allah serta melalui zikir tauhid setelah berwudhu. Pengakuan tulus terhadap keesaan Allah dan kerasulan Nabi Muhammad SAW melalui kalimat syahadat menjadi pembersih spiritual yang melengkapi kebersihan fisik.
Referensi
1. Al-Naisaburi, Shahih Muslim , Kitab al-Thaharah, Bab Dzikr al-Asma' al-Mustahabbah 'aqiba al-Wudhu, No.134.

Komentar 0