40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

KTI

Selamat Datang Diaplikasi 40 Hadis Berbakti kepada Orang Tua

Temukan cahaya ilmu dari hadis-hadis pilihan yang mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai jalan menuju keberkahan dan kebahagiaan.

Foto Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Muhammad Raiquri Hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Penyusun: Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Durhaka pada Orang Tua Termasuk Dosa Besar

Disusun oleh: Muhammad Raiquri Hsb (@Quri) · Bagian dari 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Hadis

عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْكَبَائِرِ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَقَوْلُ الزُّورِ. ( رَوَاهُ مُسْلِمٌ: ٢٥٥١)[1]

Terjemahan

“Hadis dari Anas bahwa Nabi SAW menjelaskan tentang dosa-dosa besar, kemudian Nabi SAW menyebutkan bahwa dosa-dosa besar tersebut meliputi syirik kepada Allah SWT, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa, dan berkata dusta.” (HR Muslim: 2551)

Isi kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar yang sangat berat setelah syirik kepada Allah SWT, sehingga harus dihindari oleh setiap muslim. Penyebutan ‘uquq al-walidain atau durhaka kepada orang tua secara berurutan setelah syirik menunjukkan betapa besar dan beratnya dosa tersebut di sisi Allah SWT. Hadis ini juga menyandingkan durhaka kepada orang tua dengan dosa membunuh jiwa dan bersaksi palsu, yang keduanya termasuk kejahatan besar dalam ajaran Islam. Hal ini mengindikasikan bahwa kedudukan birrul walidain sangat tinggi, sehingga melanggarnya dianggap setara dengan kejahatan-kejahatan besar lainnya. Durhaka kepada orang tua dapat berupa perkataan kasar, sikap membangkang, mengabaikan kebutuhan mereka, atau bahkan menyakiti hati mereka secara fisik maupun batin. Setiap muslim hendaknya menjauhi segala bentuk durhaka tersebut dan senantiasa berusaha menjaga keridhaan orang tuanya. Dengan menyadari beratnya dosa ini, seorang anak akan lebih berhati-hati dalam bersikap kepada kedua orang tuanya.

Referensi

1. Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim (Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi, t.th.), juz.1, h.321.

Komentar 0