40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

KTI

Selamat Datang Diaplikasi 40 Hadis Berbakti kepada Orang Tua

Temukan cahaya ilmu dari hadis-hadis pilihan yang mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai jalan menuju keberkahan dan kebahagiaan.

Foto Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Muhammad Raiquri Hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Penyusun: Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Amalan Birrul Walidain setelah Wafatnya Orang Tua

Disusun oleh: Muhammad Raiquri Hsb (@Quri) · Bagian dari 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Hadis

عَنْ أَبِي أُسَيْدٍ مَالِكِ بْنِ رَبِيعَةَ السَّاعِدِيِّ قَالَ بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلَمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا. (رَوَاهُ أَبُو دَاوُودَ: ٤٤٧٦)[1]

Tejemahan

“Hadis dari Abu Usaid Malik bin Rabi‘ah bahwa ketika mereka berada bersama Rasulullah SAW datang seorang laki-laki dari Bani Salamah kepada Nabi SAW untuk menanyakan tentang kesempatan berbuat baik kepada kedua orang tuanya setelah keduanya meninggal, kemudian Rasulullah SAW menjelaskan bahwa masih terdapat kesempatan tersebut dengan cara mendoakan dan memintakan ampunan untuk keduanya, melaksanakan wasiat keduanya, menyambung silaturahim mereka, dan memuliakan teman-teman mereka.”(HR Abu Daud: 4476)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan bahwa anak tidak boleh berkata kasar, membentak, atau menyakiti hati orang tua. Bahkan ucapan ringan yang menunjukkan kejengkelan pun dilarang dalam Islam. Anak harus berbicara dengan sopan dan lemah lembut. Hal ini merupakan bentuk penghormatan kepada orang tua. Hadis ini merupakan pengulangan dari riwayat tentang kesempatan berbakti kepada orang tua yang telah meninggal, yang menegaskan bahwa bentuk-bentuk birrul walidain mencakup doa, permohonan ampunan, pelaksanaan wasiat, silaturahim, dan pemuliaan sahabat orang tua. Kelima bentuk bakti ini menunjukkan bahwa Islam memberikan ruang yang luas bagi anak untuk terus berbuat baik meskipun orang tua telah tiada. Mendoakan dan memintakan ampunan bagi orang tua merupakan bentuk bakti yang paling utama karena berkaitan langsung dengan kebahagiaan mereka di alam akhirat. Sementara itu, menyambung silaturahim dan memuliakan sahabat orang tua mencerminkan kesinambungan nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun oleh orang tua semasa hidupnya. Dengan mengamalkan hadis ini, seorang anak dapat terus mengalirkan kebaikan bagi orang tuanya meskipun mereka telah berpulang ke rahmatullah.

Referensi

1. Sunan Abi Dawud, karya Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy‘ats bin Ishaq al-Sijistani, Sunan Abi Dawud (Beirut: al-Maktabah al-‘Ashriyyah, t.th.), juz.15, h.19.

Komentar 0