40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

KTI

Selamat Datang Diaplikasi 40 Hadis Berbakti kepada Orang Tua

Temukan cahaya ilmu dari hadis-hadis pilihan yang mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai jalan menuju keberkahan dan kebahagiaan.

Foto Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Muhammad Raiquri Hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Penyusun: Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Anak Salih yang Mendo'akan Orang Tua yang Sudah Meninggal

Disusun oleh: Muhammad Raiquri Hsb (@Quri) · Bagian dari 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ». (رَوَاهُ مُسْلِمٌ: ١٦٣١)[1]

Terjemahan

“Hadis dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda: “Apabila seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak saleh yang mendoakannya.”(HR Muslim: 1631)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, maka amal perbuatannya terputus kecuali dari tiga perkara yang pahalanya tetap mengalir, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya. Salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT kepada orang tua adalah menjadikan doa dan kebaikan anak sebagai amal yang terus memberikan manfaat bagi mereka setelah wafat. Hal ini menunjukkan bahwa mendidik anak menjadi pribadi yang saleh merupakan bagian dari perjuangan orang tua yang pahalanya dapat terus mereka rasakan. Oleh karena itu, berbakti kepada orang tua tidak hanya dilakukan ketika mereka masih hidup dengan cara menghormati, membantu, dan menjaga perasaan mereka, tetapi juga setelah mereka meninggal dengan mendoakan, memohonkan ampunan, serta meneruskan kebaikan yang telah mereka ajarkan. Hadis ini juga menjadi dorongan bagi seorang anak untuk menjadi anak yang saleh, karena kesalehannya bukan hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga menjadi hadiah pahala bagi kedua orang tuanya. Dengan demikian, hadis ini menggambarkan hubungan erat antara birrul walidain (berbakti kepada orang tua) dan tanggung jawab seorang anak dalam menjaga kebaikan keluarga hingga setelah kematian.

Referensi

1. Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, Shahih Muslim (Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi, t.th.), juz. 3, h. 1255.

Komentar 0