40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

KTI

Selamat Datang Diaplikasi 40 Hadis Berbakti kepada Orang Tua

Temukan cahaya ilmu dari hadis-hadis pilihan yang mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai jalan menuju keberkahan dan kebahagiaan.

Foto Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Muhammad Raiquri Hsb

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Penyusun: Muhammad Raiquri Hsb

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Menyambung Hubungan dengan Kerabat Ayah

Disusun oleh: Muhammad Raiquri Hsb (@Quri) · Bagian dari 40 HADIS BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَجُلاً مِنَ الأَعْرَابِ لَقِيَهُ بِطَرِيقِ مَكَّةَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ عَبْدُ اللَّهِ وَحَمَلَهُ عَلَى حِمَارٍ كَانَ يَرْكَبُهُ وَأَعْطَاهُ عِمَامَةً كَانَتْ عَلَى رَأْسِهِ فَقَالَ ابْنُ دِينَارٍ فَقُلْنَا لَهُ أَصْلَحَكَ اللَّهُ إِنَّهُمُ الأَعْرَابُ وَإِنَّهُمْ يَرْضَوْنَ بِالْيَسِيرِ. فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ إِنَّ أَبَا هَذَا كَانَ وُدًّا لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ وَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ «إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْوَلَدِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ». (رَوَاهُ مُسْلِمٌ: ٦٦٧٧)[1]

Terjemahan

“Hadis dari Abdullah bin Umar RA, bahwa seorang Badui bertemu dengannya di jalan menuju Makkah, lalu Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepadanya, memberikan keledai tunggangannya, serta memberikan sorban yang biasa ia pakai untuk ikat kepala. Ibnu Dinar berkata, kami pun bertanya kepadanya, "Semoga Allah memberkahimu, mereka itu orang Badui yang biasa merasa cukup dengan pemberian sedikit saja." Abdullah bin Umar menjawab, "Sesungguhnya ayah orang ini dahulu adalah sahabat karib ‘Umar bin Khattab, dan aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya bakti yang paling utama adalah seorang anak menyambung hubungan dengan orang-orang yang dicintai ayahnya, setelah ayahnya wafat." (HR Muslim: 6677)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menunjukkan bahwa cakupan birrul walidain tidak berhenti pada interaksi langsung dengan orang tua semata, melainkan meluas hingga memuliakan sahabat-sahabat dekat mereka, bahkan setelah orang tua telah tiada. Tindakan Ibnu Umar yang memberikan keledai dan sorbannya sendiri kepada seorang Badui yang tidak dikenalnya secara pribadi, semata-mata karena ayah orang tersebut dahulu bersahabat dengan ayahnya (Umar bin Khattab), menjadi teladan nyata pengamalan hadis ini, bukan sekadar teori. Para sahabat sempat mengingatkan Ibnu Umar bahwa pemberian sekecil apa pun sudah cukup bagi orang Badui, namun ia tetap memilih memberikan yang terbaik sebagai wujud penghormatan kepada kenangan ayahnya. Hadis ini mengajarkan bahwa kebaikan seorang anak kepada relasi dan sahabat orang tuanya merupakan salah satu bentuk bakti yang paling tinggi nilainya (abarr al-birr), karena mencerminkan kesetiaan dan penghormatan yang tulus, bukan sekadar formalitas. Hal ini juga menunjukkan bahwa bakti kepada orang tua bersifat berkesinambungan dan dapat terus diwujudkan setelah wafatnya orang tua, melalui pemeliharaan hubungan baik dengan orang-orang yang pernah dekat dan berjasa bagi mereka semasa hidup. Dengan demikian, seorang muslim dianjurkan untuk mengenali dan menjaga silaturahmi dengan sahabat-sahabat orang tuanya sebagai salah satu cara memperpanjang aliran kebaikan bagi mereka.

Referensi

1. Shahih Muslim, karya Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim (Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi, t.th.), juz.8, h.6.

Komentar 0