Hadis tentang Ridha Allah SWT Bergantung pada Ridha Orang Tua
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ «رِضَا الرَّبِّ فِى رِضَا الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِى سَخَطِ الْوَالِدِ». (رَوَاهُ اَلتِّرْمِذِيُّ: ٢٠٢٠)[1]
Terjemahan
“Hadis dari Abdullah bin ‘Amr bahwa Nabi SAW bersabda: Ridha Allah SWT terdapat pada ridha orang tua dan bahwa murka Allah SWT terdapat pada murka orang tua.” (HR al-Tirmidzi: 2020)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengandung pelajaran bahwa keridhaan Allah SWT sangat berkaitan dengan keridhaan orang tua. Oleh sebab itu, seorang anak harus menjaga sikap, ucapan, dan perbuatannya agar tidak menyakiti hati mereka. Keterkaitan langsung antara ridha Allah SWT dan ridha orang tua menunjukkan bahwa Allah SWT menjadikan keridhaan orang tua sebagai salah satu tolok ukur keridhaan-Nya kepada hamba-Nya. Demikian pula sebaliknya, kemurkaan orang tua dapat menjadi sebab turunnya kemurkaan Allah SWT, sehingga durhaka kepada orang tua termasuk perbuatan yang sangat berbahaya bagi kehidupan dunia dan akhirat seorang anak. Hadis ini menjadi motivasi kuat bagi setiap muslim untuk senantiasa berusaha meraih ridha orang tuanya dalam setiap keadaan. Sikap lembut, ucapan yang santun, dan perbuatan yang menyenangkan hati orang tua merupakan wujud nyata dari upaya meraih ridha Allah SWT. Dengan memahami hadis ini, seorang anak akan lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang tuanya, karena menyadari besarnya dampak spiritual dari sikapnya tersebut.
Referensi
1. Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa bin Saurah al-Tirmidzi, Jami‘ al-Tirmidzi (Beirut: Dar al-Gharb al-Islami, cet. ke-1, 1998), juz.7, h.341.

Komentar 0