Hadis tentang Merawat Orang Tua sebagai Jalan Menuju Surga
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- «رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ «مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ». (رَوَاهُ مُسْلِمٌ: ٦٦٧٥)[1]
Terjemahan
“Hadis dari Abu Hurairah bahwa Nabi SAW bersabda: Seseorang akan celaka sebanyak tiga kali, kemudian para sahabat bertanya kepada Nabi SAW tentang orang yang dimaksud, lalu Nabi SAW menjelaskan bahwa orang yang celaka adalah orang yang mendapati kedua orang tuanya dalam usia lanjut atau salah satu dari keduanya tetapi ia tidak berusaha masuk surga dengan cara berbakti kepada keduanya dengan sebaik-baiknya.” (HR Muslim: 6675)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa anak yang mendapati orang tuanya di usia lanjut memiliki kesempatan besar untuk masuk surga melalui pelayanan dan bakti kepada mereka. Mengabaikan kesempatan tersebut termasuk kerugian besar. Pengulangan kata “celeka” atau “hina” sebanyak tiga kali oleh Nabi SAW menunjukkan betapa serius dan tegasnya peringatan ini bagi siapa pun yang menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Masa tua orang tua merupakan ujian sekaligus anugerah bagi anak, karena pada masa inilah kesabaran dan kasih sayang anak benar-benar diuji. Merawat orang tua yang lanjut usia membutuhkan kesabaran ekstra, baik secara fisik maupun emosional, namun balasannya adalah surga yang dijanjikan Allah SWT. Hadis ini mengingatkan bahwa kesempatan berbakti tidak akan datang dua kali, sebab orang tua pada akhirnya akan tiada. Oleh karena itu, setiap anak hendaknya memanfaatkan setiap momen kebersamaan dengan orang tua untuk memperbanyak kebaikan dan pelayanan kepada mereka.
Referensi
1. Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim (Beirut: Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabi, t.th.), juz.8, h.5.

Komentar 0