Hadis tentang Wasiat Rasulullah SAW tentang Kecukupan Harta
Hadis
عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ جَاءَ مُعَاوِيَةُ إِلَى أَبِي هَاشِمِ بْنِ عُتْبَةَ وَهُوَ مَرِيضٌ يَعُودُهُ فَقَالَ يَا خَالُ مَا يُبْكِيكَ أَوَجَعٌ يُشْئِزُكَ أَمْ حِرْصٌ عَلَى الدُّنْيَا قَالَ كُلٌّ لَا وَلَكِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَهِدَ إِلَيَّ عَهْدًا لَمْ آخُذْ بِهِ قَالَ إِنَّمَا يَكْفِيكَ مِنْ جَمِيعِ الْمَالِ خَادِمٌ وَمَرْكَبٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأَجِدُنِي الْيَوْمَ قَدْ جَمَعْتُ قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رَوَى زَائِدَةُ وَعَبِيدَةُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ سَهْمٍ قَالَ دَخَلَ مُعَاوِيَةُ عَلَى أَبِي هَاشِمٍ فَذَكَرَ نَحْوَهُ وَفِي الْبَاب عَنْ بُرَيْدَةَ الْأَسْلَمِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رواه الترمذي: ٢٤٩٧)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Wa'il dia berkata bahwa Mu'awiyah datang kepada Abu Hasyim bin 'Utbah yang sedang sakit dia datang menjenguknya lalu berkata: "wahai paman apa yang membuatmu menangis apakah rasa sakit yang menggelisahkanmu atau karena ketamakan terhadap dunia?" dia menjawab: semuanya bukan, akan tetapi karena Rasulullah pernah memberikan wasiat kepadaku namun aku tidak melakukannya, beliau bersabda: "cukuplah bagimu dari semua harta, pelayan, kendaraan untuk di jalan Allah dan pada hari ini aku telah dapat mengumpulkannya. Abu Isa berkata: Za'idah dan Ubaidah bin Humaid meriwayatkan dari Manshur dari Abu Wa'il dari Samurah bin Sahm dia berkata: Mu'awiyah datang menemui Abu Hasyim, kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna, dan dalam bab ini ada hadits dari Buraidah Al Aslami dari Nabi SAW. (HR al-Tirmidzi: 2497)
Isi Kandungan Hadis
Hadis tersebut mengandung ajaran bahwa Rasulullah SAW mewasiatkan umatnya untuk hidup sederhana, bersikap qana'ah (merasa cukup), dan tidak berlebihan dalam mengumpulkan harta. Seorang muslim hendaknya mencukupkan diri dengan kebutuhan yang diperlukan serta memanfaatkan harta sebagai sarana beribadah dan berbuat kebaikan, bukan menjadikannya tujuan hidup. Penyesalan Abu Hasyim karena belum sepenuhnya mengamalkan wasiat Rasulullah SAW menunjukkan pentingnya melaksanakan setiap nasihat Nabi dalam kehidupan sehari-hari, melakukan muhasabah (introspeksi diri), serta lebih mengutamakan kebahagiaan akhirat daripada kecintaan terhadap dunia.
Referensi
- Abu `Isa Muhammad bin `Isa bin Saurah at-Tirmidzi, Sunan al-Tirmidzi, (Riyadh: Maktabah al-Ma’arif, 1420 H/2000 M), Juz 9, h. 115.

Komentar 0