Hadis tentang Wasiat Rasulullah SAW dalam Menghadapi Perselisihan Umat
Hadis
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَمْرٍو السُّلَمِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ الْعِرْبَاضَ بْنَ سَارِيَةَ يَقُولُ وَعَظَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَوْعِظَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَذِهِ لَمَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا قَالَ قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لَا يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِي إِلَّا هَالِكٌ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِمَا عَرَفْتُمْ مِنْ سُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَعَلَيْكُمْ بِالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّمَا الْمُؤْمِنُ كَالْجَمَلِ الْأَنِفِ حَيْثُمَا قِيدَ انْقَادَ. (رواه ابن ماجه: ٤٥)
Terjemahan
Hadis dari Abdurrahman bin Amru as-Sulami bahwasanya ia mendengar Irbadl bin Sariyah berkata: Rasulullah SAW memberi kami satu nasehat yang membuat air mata mengalir dan hati menjadi gemetar. Maka kami berkata kepada beliau: ya Rasulullah, sesungguhnya ini merupakan nasihat perpisahan, lalu apa yang engkau wasiatkan kepada kami?, Rasulullah SAW bersabda: Aku telah tinggalkan untuk kalian petunjuk yang terang, malamnya seperti siang. Tidak ada yang berpaling darinya setelahku melainkan ia akan binasa. Barangsiapa di antara kalian hidup, maka ia akan melihat banyaknya perselisihan. Maka kalian wajib berpegang teguh dengan apa yang kalian ketahui dari sunnahku, dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjukk, gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi geraham. Hendaklah kalian taat meski kepada seorang budak Habasyi. Orang mukmin itu seperti seekor unta jinak, di mana saja dia diikat dia akan menurutinya. (HR Ibnu Majah: 45)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memberikan wasiat yang sangat penting kepada umatnya menjelang akhir kehidupan beliau, yaitu agar senantiasa berpegang teguh kepada Al-Qur’an, sunnah Rasulullah SAW, dan sunnah para Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Wasiat tersebut disampaikan dalam sebuah nasihat yang sangat menyentuh hingga membuat para sahabat menangis dan hati mereka bergetar, sehingga mereka menganggapnya sebagai nasihat perpisahan. Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa setelah beliau wafat akan muncul banyak perselisihan di tengah umat, sehingga jalan keselamatan adalah berpegang teguh pada ajaran Islam yang benar dan tidak menyimpang darinya. Selain itu, hadis ini mengajarkan pentingnya ketaatan kepada pemimpin dalam perkara yang sesuai syariat serta menunjukkan bahwa wasiat tidak hanya berkaitan dengan harta benda, tetapi juga dapat berupa nasihat, pedoman hidup, dan tuntunan agama yang menjadi bekal bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan dan perbedaan di masa mendatang.
Referensi
- Abu `Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, (Al-Jubail: Dar al-Siddiq & Beirut: Muassasah al-Rayyan, 1431 H/2010 M), Juz 1,h.52.

Komentar 0