Hadis tentang Pentingnya Berwasiat Sebelum Meninggal Dunia
Hadis
عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ فَأَوْصَى وَكَانَتْ وَصِيَّتُهُ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا تَرَكَ مِنْ زَكَاتِهِ فِي حَيَاتِهِ. (رواه ابن ماجه: ٤٥)[1]
Terjemahan
Hadis dari Mu'awiyah bin Qurrah, dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "barang siapa ketika diambang kematian berwasiat dengan wasiat yang dibenarkan oleh kitabullah maka wasiatnya akan menjadi pelebur bagi apa yang dia tinggalkan dari zakatnya pada masa hidupnya." (HR Ibnu Majah: 45)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa wasiat yang dibuat oleh seorang muslim ketika mendekati kematian harus sesuai dengan ketentuan yang dibenarkan oleh Al-Qur’an dan ajaran Islam. Wasiat yang baik menunjukkan tanggung jawab seseorang terhadap harta yang dimilikinya serta menjadi bentuk kepedulian agar hak-hak orang lain dapat terpenuhi. Hadis ini juga mengingatkan pentingnya menunaikan zakat semasa hidup, karena kewajiban tersebut harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan tidak boleh ditunda tanpa alasan yang benar.
Referensi
- Abu `Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, (Al-Jubail: Dar al-Siddiq & Beirut: Muassasah al-Rayyan, 1431 H/2010 M), Juz 8,h. 291.

Komentar 0