Hadis tentang Bentuk Syirik dalam Memutarbalikkan Fakta lewat Ucapan
Hadis
عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ: جَاءَ رَجُلَانِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَخَطَبَا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ مِنَ الْبَيَانِ لَسِحْرًا. (رواه البخاري: ٤٨٥١)[١]
Terjemahan
Hadis dari Zaid bin Aslam, ia berkata: aku mendengar Ibnu Umar berkata: dua orang lelaki datang dari arah timur lalu keduanya berpidato (dengan sangat memukau). Maka Nabi SAW bersabda: sesungguhnya di antara susunan kata-kata (penjelasan) itu benar-benar mengandung sihir. (HR al-Bukhari: 4851)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang pengaruh luar biasa dari retorika lisan atau kemampuan berbicara (al-Bayan) yang dapat memukau pendengarnya, di mana Rasulullah SAW mengumpamakannya seperti tindakan sihir. Penyamakan kemampuan bahasa yang berlebihan dengan sihir ini menjadi celah syirik tersembunyi (khafi) atau syirik asghar apabila keindahan kata-kata tersebut disalahgunakan untuk memutarbalikkan fakta, membenarkan yang salah, atau menyihir hati manusia agar kagum kepada selain Allah SWT. Melalui peristiwa datangnya dua orang yang ahli berpidato dari wilayah timur (Masyriq), hadis ini mengingatkan umat Islam agar tidak mudah terbuai oleh tipu daya ucapan yang memikat namun merusak akidah. Oleh karena itu, inti hadis ini memerintahkan kita untuk selalu menyandarkan kebenaran pada syariat Allah SWT, bukan pada keindahan keahlian biacara manusia yang berpotensi melalaikan tauhid.
Referensi
- Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah sallallahu `Alaihi wa Sallam wa Sunani wa Ayyamih, Kitab al-Nikah, Bab 47, Hadis nomor 4851, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), h. 1312.

Komentar 0