Hadis tentang Bertauhid dan Menjauhi Syirik
Hadis
عَنْ مُعَاذٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنْتُ رِدْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ، فَقَالَ: يَا مُعَاذُ، هَلْ تَدْرِي حَقُّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ، وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ؟ قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ: فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَفَلَا أُبَشِّرُ بِهِ النَّاسَ؟ قَالَ: لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا. (رواه البخاري: ٢٨٠١)[١]
Terjemahan
Hadis dari Mu‘adz RA ia berkata: aku pernah dibonceng oleh Nabi SAW di atas seekor keledai yang bernama ‘Ufair. Lalu Nabi SAW bersabda: wahai Mu‘adz, tahukah kamu apa hak Allah SWT atas hamba-hamba-Nya dan apa hak hamba atas Allah SWT? aku menjawab: Allah SWT dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Nabi SAW bersabda: sesungguhnya hak Allah SWT atas hamba-hamba-Nya adalah mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan hak hamba atas Allah SWT adalah dia tidak akan mengazab orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Aku berkata: wahai Rasulullah SAW, bolehkah aku menyampaikan kabar gembira ini kepada manusia? Nabi SAW menjawab: jangan kamu sampaikan, karena mereka nanti akan bersandar (dan tidak beramal). (HR al-Bukhari: 2801)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang percakapan Rasulullah SAW dengan Mu’adz bin Jabal tentang hak Allah SWT dan hak hamba. Nabi SAW menjelaskan bahwa hak Allah SWT atas manusia adalah disembah semata tanpa menyekutukan-Nya, sedangkan hak hamba yang menjaga tauhid adalah tidak diazab oleh Allah SWT. Namun, Rasulullah SAW melarang Mu’adz menyebarkan kabar tersebut secara luas karena khawatir orang-orang hanya mengandalkan tauhid dan menjadi lalai dalam beramal saleh. Hadis ini menegaskan pentingnya memadukan kemurnian tauhid dengan ketaatan dan amal yang berkelanjutan.
Referensi
- Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah sallallahu `Alaihi wa Sallam wa Sunani wa Ayyamih, Kitab al-Jihad wa al-Siyar, Bab 46, Hadis nomor 2801, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), h. 705.

Komentar 0