Hadis tentang Syirik karena Percaya pada Firasat Buruk
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ. ثَلاَثًا وَمَا مِنَّا إِلاَّ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ. (رواه أبو داود: ٣٩١٢)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abdullah bin Mas'ud, dari Rasulullah SAW bersabda: tathayyur (anggapan sial) adalah syirik, tathayyur adalah syirik, Nabi SAW mengucapkannya tiga kali, dan tidak ada dari kita melainkan (pernah terbersit hal itu dalam hati), akan tetapi Allah SWT menghilangkannya dengan tawakal. (HR Abu Dawud: 3912)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang larangan tathayyur, yaitu menganggap sesuatu sebagai pertanda sial seperti suara burung, angka, atau hari tertentu. Rasulullah SAW menegaskan dengan sangat tegas bahwa tathayyur termasuk syirik, karena dapat merusak kemurnian tauhid seseorang. Meskipun perasaan takut atau merasa sial bisa muncul secara manusiawi, hadis ini mengajarkan agar hal tersebut tidak diikuti dan segera dilawan dengan sikap tawakal kepada Allah SWT. Secara keseluruhan, hadis ini menekankan pentingnya bersandar sepenuhnya kepada Allah SWT dan tetap optimis tanpa terpengaruh oleh keyakinan takhayul atau prasangka buruk.
Referensi
- Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy`ats al-Sijistani, Sunan Abu Daud, Kitab al-Thibb, Bab 24, Hadis nomor 3912, (Kairo: Dar al-Ta`shil, 1436 H/2015 M), h, 823.

Komentar 0