Hadis tentang Bentuk Syirik karena Menjadikan Kuburan sebagai Masjid
Hadis
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: عَنِ النَّبِيِّ قَالَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ: لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى، اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ قَالَتْ: وَلَوْلَا ذَلِكَ لَأُبْرِزَ قَبْرُهُ، غَيْرَ أَنِّي أَخْشَى أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا. (رواه البخاري: ١٢٦٥)[١]
Terjemahan
Hadis dari ‘Aisyah RA dari Nabi SAW bersabda saat sakit menjelang wafat: Allah SWT melaknat orang Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kubur para nabi mereka sebagai tempat ibadah (masjid).‘Aisyah berkata: kalau bukan karena itu, niscaya kubur beliau akan ditampakkan. Namun aku khawatir kubur itu akan dijadikan masjid. (HR al-Bukhari: 1265)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang larangan keras membangun tempat ibadah di atas kuburan karena perbuatan tersebut merupakan sarana utama yang dapat mengantarkan manusia pada syirik akbar. Rasulullah SAW melaknat kaum Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid, sebab pengagungan kuburan yang berlebihan secara perlahan akan memalingkan ibadah yang seharusnya hanya untuk Allah SWT menjadi penyembahan kepada penghuni kubur. Kekhawatiran akan terjadinya penyimpangan akidah inilah yang membuat para sahabat tidak menonjolkan atau memakamkan Rasulullah SAW di pemakaman umum, melainkan di dalam kamar Aisyah RA, demi menutup rapat segala celah kesyirikan di tengah umat Islam.
Referensi
- Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah sallallahu `Alaihi wa Sallam wa Sunani wa Ayyamih, Kitab al-Jana'iz, Bab 62, Hadis nomor 1265, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), h. 320.

Komentar 0