40 HADIS SYIRIK

KTI

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis syirik. Semoga aplikasi ini menjadi wasilah untuk menambah ilmu yang bermanfaat, mengenali berbagai bentuk kesyirikan, serta menguatkan kita dalam menjaga kemurnian tauhid. Dan semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan meneguhkan kita di atas tauhid hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Foto AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

AHMAD IFANDI

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYIRIK

Penyusun: AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Mendustakan Nabi SAW lewat Praktik Syirik Percaya pada Dukun

Disusun oleh: AHMAD IFANDI (@ahmadifandi_) · Bagian dari 40 HADIS SYIRIK

Hadis

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوِ امْرَأَةً فِى دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ. (رواه ابن ماجه: ٦٨٢)[١]

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: siapa yang menyetubuhi istrinya yang sedang haid, atau menyetubuhi istrinya pada duburnya, atau mendatangi dukun lalu membenarkan apa yang ia ucapkan, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW. (HR Ibnu Majah: 682)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang ancaman keluar dari Islam (kufur akbar) bagi seseorang yang mendatangi dukun atau peramal (kahin) lalu membenarkan ucapan mereka mengenai perkara ghaib. Rasulullah SAW menyetarakan dosa tersebut dengan perbuatan keji lainnya karena memercayai ramalan dukun secara otomatis merusak Tauhid Rububiyah dan mengarah pada syirik akbar. Mengklaim tahu perkara masa depan atau hal ghaib adalah hak prerogatif Allah SWT yang tidak dimiliki makhluk, sehingga siapa pun yang membenarkan dukun dianggap telah mendustakan al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, inti hadis ini menjadi peringatan keras bagi umat Islam untuk menjauhi segala bentuk praktik perdukunan, peramalan nasib, demi menjaga keselamatan akidahnya.

Referensi

  1. Abu `Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Kitab al-Thaharah wa Sunanuhu, Bab 123, Hadis nomor 682, (Al-Jubail: Dar al-Siddiq & Beirut: Muassasah al-Rayyan, 1431 H/2010 M), h. 138.

Komentar 0