Hadis tentang Penyesalan Pelaku Syirik yang Tidak Berujung
Hadis
عَنْ أَنَسٍ يَرْفَعُهُ أَنَّ اللَّهَ يَقُولُ لِأَهْوَنِ أَهْلِ النَّارِعَذَابًا: لَوْ أَنَّ لَكَ مَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَيْءٍ كُنْتَ تَفْتَدِي بِهِ؟ قَالَ: نَعَمْ. قَالَ: فَقَدْ سَأَلْتُكَ مَا هُوَ أَهْوَنُ مِنْ هَذَاوَأَنْتَ فِي صُلْبِ آدَمَ: أَنْ لَا تُشْرِكَ بِي، فَأَبَيْتَ إِلَّا الشِّرْكَ. (رواه البخاري: ٣١٥٦)[١]
Terjemahan
Hadis dari Anas yang menyandarkannya kepada Nabi SAW: bahwasanya Allah SWT berfirman kepada penduduk neraka yang paling ringan siksanya: seandainya engkau memiliki segala sesuatu yang ada di bumi, apakah engkau akan menggunakannya untuk menebus dirimu?, ia menjawab: ya. Allah SWT berfirman: sungguh, Aku telah meminta kepadamu sesuatu yang lebih ringan dari itu saat engkau masih berada di tulang rusuk (sulbi) Adam, yaitu agar engkau tidak menyekutukan-Ku, namun engkau enggan dan tetap memilih syirik. (HR al-Bukhari: 3156)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang dialog pada hari kiamat antara Allah SWT dan penghuni neraka dengan siksa paling ringan, yang ditanya apakah ia bersedia menebus dirinya dengan seluruh kekayaan dunia. Ia pun bersedia melakukan apa saja untuk selamat dari azab. Namun, Allah SWT mengingatkan bahwa sebelumnya manusia telah diberikan perintah yang jauh lebih ringan, yaitu untuk tidak menyekutukan-Nya selama hidup di dunia. Hadis ini menegaskan keadilan Allah SWT sekaligus menunjukkan bahwa penyesalan di akhirat tidak lagi berguna, karena manusia telah mengabaikan kewajiban tauhid yang sebenarnya sangat mudah untuk dijaga.
Referensi
- Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah sallallahu `Alaihi wa Sallam wa Sunani wa Ayyamih, Kitab Ahadis al-Anbiya', Bab 1, Hadis nomor 3156, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), h. 819.

Komentar 0