40 HADIS SYIRIK

KTI

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis syirik. Semoga aplikasi ini menjadi wasilah untuk menambah ilmu yang bermanfaat, mengenali berbagai bentuk kesyirikan, serta menguatkan kita dalam menjaga kemurnian tauhid. Dan semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan meneguhkan kita di atas tauhid hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Foto AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

AHMAD IFANDI

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYIRIK

Penyusun: AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Siksa bagi Pembuat Patung yang Menjadi Sarana untuk Syirik

Disusun oleh: AHMAD IFANDI (@ahmadifandi_) · Bagian dari 40 HADIS SYIRIK

Hadis

عَنْ مُسْلِمٍ قَالَ: كُنَّا مَعَ مَسْرُوقٍ فِي دَارِ يَسَارِ بْنِ نُمَيْرٍ فَرَأَى فِي صُفَّتِهِ تَمَاثِيلَ، فَقَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ. (رواه البخاري: ٥٦٠٦)[١]

Terjemahan

Hadis dari Muslim, ia berkata: kami bersama Masruq di rumah Yasar bin Numair. Lalu ia melihat di ruangannya terdapat patung-patung. Maka ia berkata: aku mendengar Abdullah berkata: aku mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda: sesungguhnya manusia yang paling keras azabnya di sisi Allah SWT pada hari kiamat adalah para pembuat gambar (patung). (HR al-Bukhari: 5606)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang ancaman siksaan yang paling keras di hari kiamat bagi para pembuat gambar atau patung makhluk bernyawa (al-mushawwirun). Rasulullah SAW memberikan peringatan keras ini karena perbuatan meniru ciptaan Allah SWT merupakan salah satu sarana yang dapat mengantarkan manusia pada syirik akbar. Dalam sejarah manusia seperti pada kaum Nabi Nuh AS dalam penyembahan berhala dan kesyirikan pertama kali muncul akibat pembuatan patung orang-orang saleh yang awalnya hanya untuk mengenang, namun lama-kelamaan disembah oleh generasi berikutnya. Oleh karena itu, inti hadis ini melarang keras pembuatan visual makhluk bernyawa yang berpotensi diagungkan, demi menutup rapat segala celah yang dapat merusak kemurnian tauhid dan menandingi sifat Allah SWT sebagai satu-satunya Maha Pencipta.

Referensi

  1. Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah sallallahu `Alaihi wa Sallam wa Sunani wa Ayyamih, Kitab al-Libas, Bab 89, Hadis nomor 5606, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), h. 1495.

Komentar 0