Hadis tentang Siksa bagi Pembuat Patung yang Menjadi Sarana untuk Syirik
Hadis
عَنْ مُسْلِمٍ قَالَ: كُنَّا مَعَ مَسْرُوقٍ فِي دَارِ يَسَارِ بْنِ نُمَيْرٍ فَرَأَى فِي صُفَّتِهِ تَمَاثِيلَ، فَقَالَ: سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ. (رواه البخاري: ٥٦٠٦)[١]
Terjemahan
Hadis dari Muslim, ia berkata: kami bersama Masruq di rumah Yasar bin Numair. Lalu ia melihat di ruangannya terdapat patung-patung. Maka ia berkata: aku mendengar Abdullah berkata: aku mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda: sesungguhnya manusia yang paling keras azabnya di sisi Allah SWT pada hari kiamat adalah para pembuat gambar (patung). (HR al-Bukhari: 5606)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang ancaman siksaan yang paling keras di hari kiamat bagi para pembuat gambar atau patung makhluk bernyawa (al-mushawwirun). Rasulullah SAW memberikan peringatan keras ini karena perbuatan meniru ciptaan Allah SWT merupakan salah satu sarana yang dapat mengantarkan manusia pada syirik akbar. Dalam sejarah manusia seperti pada kaum Nabi Nuh AS dalam penyembahan berhala dan kesyirikan pertama kali muncul akibat pembuatan patung orang-orang saleh yang awalnya hanya untuk mengenang, namun lama-kelamaan disembah oleh generasi berikutnya. Oleh karena itu, inti hadis ini melarang keras pembuatan visual makhluk bernyawa yang berpotensi diagungkan, demi menutup rapat segala celah yang dapat merusak kemurnian tauhid dan menandingi sifat Allah SWT sebagai satu-satunya Maha Pencipta.
Referensi
- Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah sallallahu `Alaihi wa Sallam wa Sunani wa Ayyamih, Kitab al-Libas, Bab 89, Hadis nomor 5606, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), h. 1495.

Komentar 0