40 HADIS SYIRIK

KTI

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis syirik. Semoga aplikasi ini menjadi wasilah untuk menambah ilmu yang bermanfaat, mengenali berbagai bentuk kesyirikan, serta menguatkan kita dalam menjaga kemurnian tauhid. Dan semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan meneguhkan kita di atas tauhid hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Foto AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

AHMAD IFANDI

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SYIRIK

Penyusun: AHMAD IFANDI

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Bahaya Syirik dalam Beramal

Disusun oleh: AHMAD IFANDI (@ahmadifandi_) · Bagian dari 40 HADIS SYIRIK

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ. (رواه مسلم: ٤٦)[١]

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman: Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Siapa yang melakukan suatu amal lalu ia menyekutukan Aku dengan selain-Ku dalam amal itu, maka Aku tinggalkan dia bersama sekutunya. (HR Muslim: 46)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang hakikat ikhlas dalam beramal serta ketegasan Allah SWT terhadap segala bentuk syirik, khususnya dalam niat ibadah. Melalui hadis qudsi, Allah SWT menegaskan bahwa Dia tidak membutuhkan sekutu dalam segala hal dan hanya menerima amal yang dilakukan secara murni karena-Nya. Jika seseorang beramal tetapi menyertakan niat selain Allah SWT seperti mencari pujian manusia atau kepentingan dunia, maka amal tersebut akan ditolak. Bahkan, Allah SWT akan meninggalkan amal itu dan menjadikannya sia-sia karena tidak dilakukan dengan keikhlasan. Hadis ini menegaskan pentingnya menjaga kemurnian niat agar setiap amal diterima di sisi Allah SWT.

Referensi

  1. Al-Imam Abu al-Husain bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min al-Sunani bi Naql al-`Adl `an al-`Adl `an Rasulillah, Kitab al-Zuhud wa al-Raqaiq, Bab 5, Hadis nomor 46, (Riyadh: Bayt al-Afkar al-Dawliyyah, 1419 H/1998 M), h. 1196.

Komentar 0