Hadis tentang Bahaya Syirik dalam Beramal
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ. (رواه مسلم: ٤٦)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman: Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Siapa yang melakukan suatu amal lalu ia menyekutukan Aku dengan selain-Ku dalam amal itu, maka Aku tinggalkan dia bersama sekutunya. (HR Muslim: 46)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang hakikat ikhlas dalam beramal serta ketegasan Allah SWT terhadap segala bentuk syirik, khususnya dalam niat ibadah. Melalui hadis qudsi, Allah SWT menegaskan bahwa Dia tidak membutuhkan sekutu dalam segala hal dan hanya menerima amal yang dilakukan secara murni karena-Nya. Jika seseorang beramal tetapi menyertakan niat selain Allah SWT seperti mencari pujian manusia atau kepentingan dunia, maka amal tersebut akan ditolak. Bahkan, Allah SWT akan meninggalkan amal itu dan menjadikannya sia-sia karena tidak dilakukan dengan keikhlasan. Hadis ini menegaskan pentingnya menjaga kemurnian niat agar setiap amal diterima di sisi Allah SWT.
Referensi
- Al-Imam Abu al-Husain bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min al-Sunani bi Naql al-`Adl `an al-`Adl `an Rasulillah, Kitab al-Zuhud wa al-Raqaiq, Bab 5, Hadis nomor 46, (Riyadh: Bayt al-Afkar al-Dawliyyah, 1419 H/1998 M), h. 1196.

Komentar 0