Hadis tentang Bahaya Meniru Cara Orang Kafir Memuji Pemimpin yang Mengarah kepada Syirik
Hadis
عَنْ أَبِى أُمَامَةَ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَوَكِّئًا عَلَى عَصًا فَقُمْنَا إِلَيْهِ فَقَالَ: لاَ تَقُومُوا كَمَا تَقُومُ الأَعَاجِمُ يُعَظِّمُ بَعْضُهَا بَعْضًا. (رواه أبو داود: ٥٢٣٢)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Umamah, ia berkata: Rasulullah SAW keluar menemui kami dalam keadaan bersandar pada tongkat. Lalu kami berdiri untuk beliau. Maka Nabi SAW bersabda: janganlah kalian berdiri sebagaimana orang-orang ‘Ajam berdiri, yang sebagian mereka mengagungkan sebagian yang lain. (HR Abu Dawud: 5232)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang larangan berdiri untuk menyambut seseorang jika tujuannya adalah untuk mengkultuskan atau mengagungkan kedudukannya secara berlebihan. Rasulullah SAW menegur para sahabat yang langsung berdiri saat beliau datang, dengan tujuan agar umat Islam tidak meniru tradisi kaisar atau raja non-Arab (al-A'ajim) yang menuntut orang lain berdiri kaku di hadapan mereka sebagai bentuk ketundukan. Sikap mengagungkan sesama makhluk secara ekstrem seperti ini dilarang karena dapat menjadi celah syirik tersembunyi yang mengikis kerendahan hati serta menumbuhkan kesombongan yang menandingi sifat keagungan Allah SWT. Oleh karena itu, inti hadis ini mendidik umat Islam agar selalu bersikap sederhana dalam menghormati sesama manusia dan menutup rapat segala bentuk tradisi yang bisa merusak kemurnian tauhid.
Referensi
- Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy`ats al-Sijistani, Sunan Abu Daud, Kitab al-Adab, Bab 165, Hadis nomor 5232, (Kairo: Dar al-Ta`shil, 1436 H/2015 M), h, 1096.

Komentar 0