40 HADIS EKOTEOLOGI

KTI

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Larangan Membunuh Semut

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ نَزَلَ نَبِىٌّ مِنَ الأَنْبِيَاءِ تَحْتَ شَجَرَةٍ فَلَدَغَتْهُ نَمْلَةٌ، فَأَمَرَ بِجَهَازِهِ فَأُخْرِجَ مِنْ تَحْتِهَا، ثُمَّ أَمَرَ بِبَيْتِهَا فَأُحْرِقَ بِالنَّارِ، فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ فَهَلاَّ نَمْلَةً وَاحِدَةً. (رواه البخاري: ٣٣١٩)[١] 

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: ada seorang nabi diantara para nabi yang singgah di bawah pohon kemudian digigit semut. Maka dia memerintahkan agar mengeluarkan semut itu dari bawah pohon itu lalu memerintahkan agar membakar rumah semut itu. Kemudian Allah mewahyukan kepada nabi tersebut: apakah hanya karena seekor semut yang menggigitmu lalu kamu membakar semua. (HR al-Bukhari: 3319)

Isi Kandungan Hadis

Hadis menjelaskan tentang larangan membunuh semut secara berlebihan memberikan pelajaran penting dalam etika lingkungan menurut Islam, yaitu bahwa setiap makhluk hidup memiliki nilai dan peran dalam ekosistem.  Allah SWT menegur seorang nabi karena akan membakar seluruh koloni semut hanya karena satu semut menggigitnya. Ini menunjukkan bahwa tindakan balasan yang berlebihan terhadap makhluk kecil sekalipun tidak dibenarkan. Etika ini mengajarkan umat Islam untuk tidak semena-mena dalam memperlakukan makhluk hidup, termasuk serangga serta menanamkan sikap empati dan kehati-hatian dalam menjaga keseibangan alam.

Referensi

  1. Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Juz 11, h. 473.

Komentar 0