Hadis tentang Allah SWT Mencintai Keindahan
Hadis
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ. (رواه مسلم: ٢٧٥)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abdullah bin Mas'ud dari Nabi SAW, ia bersabda: tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan. Seorang laki-laki bertanya: sesungguhnya laki-laki menyukai baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)? Ia menjawab: sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia. (HR Muslim: 275)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang sifat Allah SWT yang indah (jamiilun) dan mencintai keindahan. Secara ekoteologis keindahan dalam Islam tidak hanya dimaknai secara estetis, tetapi juga meliputi harmoni, keteraturan, dan keserasian alam. Maka, menjaga keindahan lingkungan, merawat tanaman, tidak mencemari udara, membuang sampah pada tempatnya serta menciptakan ruang hijau termasuk bagian dari meneladani sifat Allah SWT dan sunnah Nabi SAW.
Referensi
- Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim, (Mesir: Maktabah al-Shafa, 2004), Juz 1, h. 65.

Komentar 0