40 HADIS EKOTEOLOGI

KTI

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Angin sebagai Manifestasi Kehendak Ilahi

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم  لاَ تَسُبُّوا الرِّيحَ فَإِنَّهَا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ تَأْتِى بِالرَّحْمَةِ وَالْعَذَابِ وَلَكِنْ سَلُوا اللَّهَ مِنْ خَيْرِهَا وَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا. (رواه ابن ماجه: ٣٨٥٩)[١] 

Terjemahan

Hadis  dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: janganlah kalian mencela angin, sebab ia merupakan hembusan Allah yang dapat mendatangkan rahmat dan juga azab, akan tetapi mohonlah kepada Allah dari kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya. (HR Ibnu Majah: 3859)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang angin bagian dari kehendak Allah SWT yang dapat membawa rahmat maupun ujian, sehingga manusia dilarang mencelanya dan dianjurkan untuk memohon kebaikannya. Ditinjau berdasarkan perspektif ekoteologi, ini menunjukkan bahwa fenomena alam harus disikapi dengan sikap hormat dan kesadaran spiritual, bukan dengan keluhan. Angin sebagai bagian dari sistem alam mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan lingkungan, menjaga keseimbangan, serta menyadari keterbatasan manusia di hadapan kekuasaan Allah SWT  atas alam semesta.

Referensi

  1. Abu Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwaniy, Sunan Ibnu Majah , (Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Juz 11, h. 292.

Komentar 0