Hadis tentang Angin sebagai Manifestasi Kehendak Ilahi
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لاَ تَسُبُّوا الرِّيحَ فَإِنَّهَا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ تَأْتِى بِالرَّحْمَةِ وَالْعَذَابِ وَلَكِنْ سَلُوا اللَّهَ مِنْ خَيْرِهَا وَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا. (رواه ابن ماجه: ٣٨٥٩)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: janganlah kalian mencela angin, sebab ia merupakan hembusan Allah yang dapat mendatangkan rahmat dan juga azab, akan tetapi mohonlah kepada Allah dari kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya. (HR Ibnu Majah: 3859)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang angin bagian dari kehendak Allah SWT yang dapat membawa rahmat maupun ujian, sehingga manusia dilarang mencelanya dan dianjurkan untuk memohon kebaikannya. Ditinjau berdasarkan perspektif ekoteologi, ini menunjukkan bahwa fenomena alam harus disikapi dengan sikap hormat dan kesadaran spiritual, bukan dengan keluhan. Angin sebagai bagian dari sistem alam mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan lingkungan, menjaga keseimbangan, serta menyadari keterbatasan manusia di hadapan kekuasaan Allah SWT atas alam semesta.
Referensi
- Abu Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwaniy, Sunan Ibnu Majah , (Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Juz 11, h. 292.

Komentar 0