40 HADIS EKOTEOLOGI

KTI

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Larangan Makan Berlebihan

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis

باب قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى (قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِى أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ).  وَقَالَ النَّبِىُّ  صلى الله عليه وسلم كُلُوا وَاشْرَبُوا وَالْبَسُوا وَتَصَدَّقُوا، فِى غَيْرِ إِسْرَافٍ وَلاَ مَخِيلَةٍ. وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُلْ مَا شِئْتَ وَالْبَسْ مَا شِئْتَ، مَا أَخْطَأَتْكَ اثْنَتَانِ سَرَفٌ أَوْ مَخِيلَةٌ. (رواه البخاري: ١)[١] 

Terjemahan

Bab firman Allah Ta'ala: katakanlah siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya? Nabi SAW bersabda: makanlah, minumlah, berpakaianlah, dan bersedekahlah, selama tidak berlebihan (israf) dan tidak disertai rasa sombong (makhilah). Ibnu Abbas berkata: makanlah apa yang kamu inginkan dan pakailah apa yang kamu inginkan, selama engkau terhindar dari dua hal: berlebihan atau rasa sombong. (HR al-Bukhari: 1)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang Islam membolehkan manusia menikmati nikmat dunia seperti makan, minum, dan berpakaian. Namun, dengan batasan tidak berlebihan (israf) dan tidak sombong. Larangan berlebih-lebihan secara ekoteologis mencerminkan prinsip keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena perilaku konsumtif berlebihan dapat menyebabkan eksploitasi sumber daya alam dan kerusakan lingkungan. Sehubung dengan itu, hidup sederhana dan proporsional menjadi bagian dari tanggung jawab spiritual manusia dalam menjaga kelestarian bumi.

Referensi

  1. Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari , (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Juz 19, h. 252.

Komentar 0