40 HADIS EKOTEOLOGI

KTI

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Memperhatikan Kesejahteraan Hewan Tunggangan

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا سَافَرْتُمْ فِى الْخِصْبِ فَأَعْطُوا الإِبِلَ حَظَّهَا مِنَ الأَرْضِ وَإِذَا سَافَرْتُمْ فِى السَّنَةِ فَأَسْرِعُوا عَلَيْهَا السَّيْرَ وَإِذَا عَرَّسْتُمْ بِاللَّيْلِ فَاجْتَنِبُوا الطَّرِيقَ فَإِنَّهَا مَأْوَى الْهَوَامِّ بِاللَّيْلِ. (رواه مسلم: ٥٠٦٨)[١] 

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: apabila kalian melalui padang rumput yang subur maka berilah haknya unta dari rerumputan di bumi, dan bila kamu berjalan di musim kemarau maka percepatlah perjalananmu (agar cepat sampai tujuan). Apabila kamu istirahat dalam perjalanan malam hari maka jauhilah jalan raya, karena jalan raya itu tempat lewat serangga-serangga waktu malam. (HR Muslim: 5068)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang pentingnya memperhatikan kesejahteraan hewan tunggangan dalam perjalanan, seperti memberi kesempatan makan saat kondisi subur dan tidak membebani mereka saat sulit, serta menjaga lingkungan dari gangguan makhluk lain. Secara ekoteologis ini menunjukkan bahwa manusia harus memperlakukan hewan secara bijak dan proporsional sesuai kondisi alam, tidak mengeksploitasi, serta menjaga harmoni antara manusia, hewan, dan lingkungan. Dengan demikian, etika terhadap hewan tunggangan dalam perjalanan pada hadis ini mencerminkan tanggung jawab ekologis yang berlandaskan kasih sayang.

Referensi

  1. Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim, (Mesir: Maktabah al-Shafa, 2004), Juz 6, h. 54.

Komentar 0