40 HADIS EKOTEOLOGI

KTI

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Hujan sebagai Rahmat

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا. (رواه البخاري: ١٠٣٢)[١]

Terjemahan

Hadis dari 'Aisyah sesungguhnya ketika hujan turun Rasulullah SAW  berdoa: Allahumma shayyibaan naafi'an  (Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat). (HR al-Bukhari: 1032)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang hujan sebagai rahmat Allah SWT yang diharapkan membawa manfaat bagi kehidupan. Doa “hujan yang bermanfaat” secara ekoteologis mencerminkan kesadaran bahwa air adalah sumber kehidupan yang harus dijaga kualitas dan kelestariannya. Manusia tidak hanya memohon turunnya hujan, tetapi juga bertanggung jawab untuk tidak merusak siklus dan kebermanfaatannya, seperti dengan menjaga lingkungan dari pencemaran dan kerusakan agar rahmat tersebut benar-benar memberi kebaikan bagi seluruh makhluk.

Referensi

  1. Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari, Shahih al-Bukhari , (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), Juz 4, h. 233.

Komentar 0