40 HADIS EKOTEOLOGI

KTI

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Larangan Mengotori Tempat Umum

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم اتَّقُوا الْمَلاَعِنَ الثَّلاَثَ الْبَرَازَ فِى الْمَوَارِدِ وَقَارِعَةِ الطَّرِيقِ وَالظِّلِّ. ( رواه أبو داود: ٢٦)[١] 

Terhjemahan

Hadis dari Mu'adz bin Jabal, dia berkata Rasulullah SAW bersabda: takutlah kalian terhadap tiga hal yang mendatangkan laknat: buang air besar (atau kecil) di tempat keluarnya air (sumber air), di tengah jalan, dan di tempat berteduh. (HR Abu Dawud: 26)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang larangan terhadap perbuatan yang mencemari tempat umum seperti sumber air, jalan, dan tempat berteduh, karena dapat menimbulkan gangguan dan mudarat bagi orang lain. Secara ekoteologis  larangan ini mencerminkan prinsip menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan publik, termasuk tidak membuang kotoran atau sampah sembarangan yang dapat merusak ekosistem dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, menjaga fasilitas umum dari pencemaran merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia sebagai khalifah di bumi.

Referensi

  1.  Abu Dawud Sulaiman bin al-'Asy’ats al-Sijistaniy al-Azdiy, Sunan Abi Dawud, (Beirut: Dar Ibnu Hazam, 1997), Juz 1, h. 41.

Komentar 0