40 HADIS EKOTEOLOGI

KTI

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Larangan Berbuat Kerusakan

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَضَى أَنْ  لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ. (رواه ابن ماجه: ٢٤٣٠)[١]

Terjemahan

Hadis dari ‘Ubadah bin al-Shamith, sesungguhnya Rasulullah SAW memutuskan bahwa tidak diperkenankan berbuat mudarat dan hal yang menimbulkan mudarat. (HR Ibnu Majah: 2430)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang prinsip dasar Islam untuk tidak menimbulkan bahaya dan tidak saling merugikan, dalam perspektif ekoteologi, kaidah “la darar wa la dirar” menjadi landasan etika lingkungan. Segala bentuk kerusakan, pencemaran, dan eksploitasi alam, seperti pembalakan hutan, pencemaran udara dan lainnya yang merugikan makhluk lain harus dihindari. Sehubung dengan itu, menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah dampak negatif terhadap ekosistem merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia.

Referensi

  1. Abu Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwaniy, Sunan Ibnu Majah, (Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Juz 7, h. 240.

Komentar 0