40 HADIS EKOTEOLOGI

KTI

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Pahala Menanam Pohon

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis

أَخْبَرَنِى أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ لاَ يَغْرِسُ رَجُلٌ مُسْلِمٌ غَرْسًا وَلاَ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ سَبُعٌ أَوْ طَائِرٌ أَوْ شَىْءٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ فِيهِ أَجْرٌ. وَقَالَ ابْنُ أَبِى خَلَفٍ طَائِرٌ شَىْءٌ. (رواه مسلم: ٤٠٥٢)[١]

Terjemahan

Abu Zubair telah mengabarkan kepadaku bawa dia mendengar Jabir bin Abdullah berkata, saya mendengar Rasulullah SAW  bersabda: tidaklah seorang muslim yang menanam pohon atau tanaman, lalu tanaman tersebut dimakan oleh binatang buas, burung atau sesuatu yang lain, kecuali hal itu bernilai pahala (sedekah) baginya.  (HR Muslim: 4052)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang setiap aktivitas menanam yang memberi manfaat bagi makhluk lain baik manusia, hewan, maupun burung bernilai sedekah yang terus mengalir pahalanya. Secara ekoteologis ini menunjukkan bahwa menjaga produktivitas dan keberlanjutan alam merupakan bagian dari ibadah, karena manusia tidak hanya mengambil manfaat, tetapi juga memberi kehidupan bagi ekosistem.

Referensi

  1. Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim, (Mesir: Maktabah al-Shafa, 2004), Juz 5, h. 28.

Komentar 0