40 HADIS EKOTEOLOGI

KTI

Assalamu'alaikum, Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Ekoteologi

Ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Kata ini gabungan dari ekologi (ilmu tentang lingkungan) dan teologi (ilmu tentang ketuhanan). Lalu, bagaimana hadis Nabi SAW memandang hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan? Temukan jawabannya melalui koleksi hadis dalam aplikasi ini.

Foto Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Milda Yanti Putri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS EKOTEOLOGI

Penyusun: Milda Yanti Putri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Keutamaan Membersihkan Jalan

Disusun oleh: Milda Yanti Putri (@mildaputri_) · Bagian dari 40 HADIS EKOTEOLOGI

Hadis

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَرَّ رَجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيقٍ فَقَالَ وَاللَّهِ لأُنَحِّيَنَّ هَذَا عَنِ الْمُسْلِمِينَ لاَ يُؤْذِيهِمْ. فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ. (رواه مسلم: ٦٨٣٦)[١] 

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah dia berkata: Rasulullah SAW bersabda: pada suatu ketika ada seseorang yang melewati sebatang ranting pohon yang menjuntai ke jalan. Kemudian orang tersebut berkata: demi Allah, saya akan menyingkirkan ranting pohon ini agar tidak mengganggu kaum muslimin yang lewat. Akhirnya orang tersebut dimasukkan ke dalam surga. (HR Muslim: 6836)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan tentang tindakan sederhana seperti menyingkirkan gangguan dari jalan memiliki nilai besar di sisi Allah SWT sehingga menjadi sebab seseorang masuk surga. Secara ekoteologis ini menegaskan bahwa menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik adalah bagian dari tanggung jawab manusia terhadap lingkungan dan sesama makhluk. Upaya kecil dalam merawat lingkungan, seperti membersihkan jalan mencerminkan kepedulian ekologis yang bernilai ibadah karena menghadirkan kemaslahatan dan mencegah mudarat.

Referensi

  1. Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, Shahih Muslim, (Mesir: Maktabah al-Shafa, 2004), Juz 17, h. 75.

Komentar 0